Berita Aceh Utara
Dari Rimba Pase ke Kursi Ketua DPRK Aceh Utara, Jalan Panjang Arafat Ali Menuju Periode Kedua
Arafat kembali dipercaya memimpin parlemen Aceh Utara untuk periode kedua, sebuah perjalanan panjang dari rimba perjuangan menuju kursi kepemimpinan.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Amirullah
Sebelum memasuki fase tersebut, Arafat adalah anak desa dengan prestasi akademik yang menonjol.
Ia dikenal sebagai siswa yang konsisten berada di peringkat tiga besar sejak sekolah dasar hingga menengah.
Bahkan, ia pernah mewakili sekolahnya dalam lomba cerdas cermat di Lhokseumawe saat itu ibukota Kabupaten Aceh Utara.
Baca juga: 3 Nyawa Melayang di Jalan Raya Aceh Timur Selama Mudik Lebaran Idul Fitri
Prestasinya terus berlanjut hingga SMA. Ia berhasil meraih Nilai Ebtanas Murni (NEM) tertinggi di Kecamatan Kuta Makmur dan masuk tiga besar di Aceh Utara.
Kesuksesan itu mengantarkannya memperoleh undangan untuk kuliah gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya harus mengubur impian tersebut.
Untuk membantu keluarga, Arafat sempat bekerja sebagai barista di warung kopi di desanya.
Masa ini menjadi fase penting yang membentuk kedekatannya dengan kehidupan masyarakat akar rumput.
Pasca perdamaian Aceh melalui perjanjian Helsinki, Arafat memilih jalur baru: pengabdian kepada masyarakat. Ia dipercaya menjadi imum mukim di sembilan desa wilayah Sagoe Tgk Chik Di Buloh, sebuah posisi yang membuatnya semakin dekat dengan persoalan sosial masyarakat.
Karier organisasinya berlanjut ketika ia menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Sagoe sejak 2012. Dukungan masyarakat pun terus mengalir.
Dalam proses penjaringan calon legislatif, ia memperoleh dukungan signifikan dari tokoh agama, keuchik, dan tuha peut.
Langkah politik Arafat dimulai pada Pemilu 2014. Meski berada di nomor urut lima, ia berhasil meraih sekitar 4.200 suara dan terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Utara.
Kariernya di parlemen berkembang secara bertahap—mulai dari Wakil Ketua Komisi C, Sekretaris Komisi D, hingga Ketua Badan Anggaran.
Popularitasnya semakin meningkat pada Pemilu 2019.
Ia meraih 5.200 suara, tertinggi di Aceh Utara, dan dipercaya menjadi Ketua DPRK periode 2019–2024.
| Helikopter Water Bombing Padamkan Api pada Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara |
|
|---|
| Kisah Rapa-i Raja Siwah Tanah Pasir Aceh Utara, Penjaga Tradisi Rapa-i Geurimpheng |
|
|---|
| Pengendara Honda CBR Meninggal Tergilas Truk Tangki di Jalan KKA Usai Terjatuh di Tikungan |
|
|---|
| Tiga KK Korban Semburan Lumpur di Lhoksukon Kembali Tempati Rumah, Perbaikan Atap Rampung |
|
|---|
| Soal Surat Gubernur ke BPJS, Akademisi Unimal: Pembukaan Blokir JKA Harus Berdasarkan Dokumen Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-DPRK-Aceh-Utara-Arafat-Ali-SE-MM-25-3.jpg)