Sabtu, 11 April 2026

Berita Banda Aceh

Rektor USK Luncurkan Buku MemoryGraph, untuk Membangun Budaya Keselamatan

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) secara resmi meluncurkan buku MemoryGraph dalam

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
TDMRC USK
DISKUSI BUKU - Wakil Rektor I  USK, Prof Dr Ir Agussabti MSi bersama narasumber dan peserta foto bareng dalam acara  peluncuran buku MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto di Gedung TDMRC USK Banda Aceh, Kamis (26/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Syiah Kuala melalui TDMRC meluncurkan buku MemoryGraph sebagai upaya memperkuat ingatan kolektif dan ketahanan masyarakat terhadap bencana.
  • Buku ini mengusung pendekatan visual-partisipatif, melibatkan masyarakat dalam mendokumentasikan perubahan lanskap dan memori pascabencana.
  • Kolaborasi internasional dan lintas disiplin menjadikan MemoryGraph sebagai alat edukasi, riset, serta penguatan budaya sadar bencana di masa depan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) secara resmi meluncurkan buku MemoryGraph dalam sebuah acara yang berlangsung di Auditorium Dr Ir M Ridha MEng, TDMRC USK, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (26/3/2026) pagi.

Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam menguatkan peran ingatan kolektif sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Buku MemoryGraph menghadirkan pendekatan visual dan partisipatif yang menghubungkan lanskap, memori, dan keterlibatan masyarakat dalam mendokumentasikan perubahan di lokasi tertentu pascabencana.

Direktur TDMRC USK, Prof Dr Syamsidik MEng, dalam sambutannya menekankan pentingnya
menjaga ingatan bencana dalam konteks perubahan sosial dan generasi.

“Banyak studi menunjukkan bahwa masyarakat cenderung semakin melupakan kejadian bencana besar yang pernah terjadi, terutama seiring dengan pergantian generasi.

Buku ini menjadi salah satu upaya penting dalam membangun ‘safety culture’ yang harus terus-menerus disampaikan dan diwariskan,” ujarnya.

Baca juga: Aipda Maulizar Terima Piagam Penghargaan atas Aksi Heroik Selamatkan Warga dari Banjir Bandang

Sementara itu, Prof Dr Ir Agussabti MSi, Wakil Rektor Bidang Akademik USK yang mewakili Rektor Prof Mirza Tabrani meluncurkan secara resmi buku yang ditulis Yoshimi Nishi, Alfi Rahman, Rizanna Rosemary, Eka Husnul Hidayati, Rizka Puspitasari, dan Arie Julianda itu.

Buku setebal 80 halaman dan ‘full colour’ ini disunting oleh Yarmen Dinamika, Redaktur Harian Serambi Indonesia yang juga Pembina Forum Aceh Menulis (FAMe).

Prof Agussabti menyampaikan apresiasi atas kolaborasi internasional yang melatarbelakangi lahirnya buku penting ini.

“Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif yang telah lama diinisiasi oleh CSEAS Kyoto University bersama para peneliti di Aceh.

Ini menunjukkan pentingnya kerja kolaboratif lintas negara dalam pengembangan pengetahuan dan praktik kebencanaan,” ungkapnya.

Setelah membuka acara atas nama Rektor USK, Prof Agussabti juga diminta tetap berada di panggung untuk menerima penyerahan buku secara simbolis dari Prof Yoshimi Nishi PhD, mewakili tim penulis.

Baca juga: Bantah Isu Mundur, Dokter Tifa Tegaskan Tetap Kritik Ijazah Jokowi Meski Absen Selama Ramadan

Nishi juga menyerahkan buku kepada sepuluh tokoh lainnya yang mewakili berbagai organisasi maupun personal.

Buku ini merupakan hasil perjalanan panjang yang berakar dari pengalaman lapangan, mulai dari Aceh Tsunami Mobile Museum, pengembangan pendekatan ‘memory hunting’, hingga
lahirnya konsep MemoryGraph sebagai metode dokumentasi berbasis ‘repeat photography’.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved