Senin, 11 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Rektor USK Luncurkan Buku MemoryGraph, untuk Membangun Budaya Keselamatan

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) secara resmi meluncurkan buku MemoryGraph dalam

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
TDMRC USK
DISKUSI BUKU - Wakil Rektor I  USK, Prof Dr Ir Agussabti MSi bersama narasumber dan peserta foto bareng dalam acara  peluncuran buku MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto di Gedung TDMRC USK Banda Aceh, Kamis (26/3/2026). 

Salah satu penulis buku, Dr Alfi Rahman, menjelaskan bahwa MemoryGraph lahir dari refleksi atas
perubahan lanskap pascabencana yang tidak selalu diikuti dengan upaya menjaga ingatan masyarakat.

“Pascabencana besar, kita sering melihat perubahan fisik yang sangat cepat.

Namun, dampak yang sering luput adalah hilangnya ingatan yang melekat pada ruang tersebut.

Padahal, lanskap adalah penyimpan ingatan kolektif. Bencana bukan hanya kehilangan fisik, tetapi
juga kehilangan memori,” jelasnya.

Baca juga: Romy Soekarno Tolak WFH Hari Jumat, Khawatir Picu Long Weekend dan Turunkan Produktivitas

Pendekatan MemoryGraph menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses dokumentasi.

Melalui praktik visual berbasis foto, masyarakat diajak untuk merekam ulang lokasi-lokasi penting yang memiliki nilai historis dan emosional.

Dalam kesempatan yang sama, akademisi dari Jepang, Prof Yoshimi Nishi PhD, menegaskan
bahwa pendekatan ini memiliki nilai penting dalam studi memori dan kebencanaan.

“Ingatan tidak hanya tersimpan dalam arsip formal, tetapi juga hidup dalam pengalaman sehari-hari masyarakat.

MemoryGraph memungkinkan kita untuk menangkap dan memahami dimensi tersebut secara lebih utuh,” ujar Yoshimi Nishi yang juga penulis buku.

Dari perspektif pengalaman lapangan, Rizka Puspitasari, peneliti muda TDMRC USK, berbagi refleksi dari keterlibatannya di wilayah terdampak bencana badai Senyar.

Baca juga: 56 Titik Panas Terpantau, Ini Prediksi Cuaca saat Weekend Libur Lebaran di Banda Aceh

“Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ingatan masyarakat sering kali tersimpan dalam cerita sederhana dan pengalaman sehari-hari.

Namun, perlahan memudar jika tidak didokumentasikan.

Pendekatan seperti MemoryGraph membantu menjembatani pengalaman tersebut agar tetap hidup dan bermakna,” ujarnya.

Dari sisi kearsipan, Eka Husnul Hidayati, arsiparis Balai Arsip Statis Tsunami ANRI,
menekankan peran arsip dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan.

“Arsip merupakan jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui pendekatan seperti MemoryGraph, arsip tidak hanya disimpan, tetapi juga dihidupkan kembali dalam pengalaman masyarakat,” jelasnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved