Kamis, 11 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Rektor USK Luncurkan Buku MemoryGraph, untuk Membangun Budaya Keselamatan

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) secara resmi meluncurkan buku MemoryGraph dalam

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
TDMRC USK
DISKUSI BUKU - Wakil Rektor I  USK, Prof Dr Ir Agussabti MSi bersama narasumber dan peserta foto bareng dalam acara  peluncuran buku MemoryGraph: Menjaga Kenangan Aceh Lewat Foto di Gedung TDMRC USK Banda Aceh, Kamis (26/3/2026). 

Dari perspektif literasi dan jurnalistik, Yarmen Dinamika menyoroti pentingnya pendekatan visual dalam memperluas partisipasi masyarakat.

Baca juga: Usai Libur Lebaran, KPAI Ingatkan Sekolah Jangan Langsung Bebani Siswa dengan Materi Berat

“Literasi melalui foto ini sangat penting dan relevan dengan perkembangan media saat ini.

Ini sejalan dengan praktik seperti citizen reporter, misalnya di Serambi Indonesia, yang memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam produksi informasi.

MemoryGraph membuka peluang besar untuk mendorong partisipasi publik dalam mendokumentasikan realitas mereka sendiri,” jelasnya.

Menurut Yarmen, MemoryGraph juga dapat membantu wartawan dan fotografer menghasilkan foto jurnalistik yang lebih presisi dalam merekam perubahan.

Bukan sekadar estetis, tetapi juga merupakan foto berisi data visual yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr Mego Pinandito MEng, dalam sambutannya di awal acara menegaskan komitmen institusi dalam mendukung pemanfaatan arsip bencana secara lebih
luas.

“ANRI sangat mendukung berbagai upaya agar arsip bencana tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, terutama dalam membangun kehidupan yang lebih baik ke depan. Arsip harus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Perwakilan dari Balai Arsip Statis dan Tsunami Arsip Nasional Republik Indonesia (BAST ANRI) juga menekankan bahwa pendekatan seperti MemoryGraph dapat memperkaya praktik kearsipan dengan melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga arsip tidak hanya menjadi milik institusi, tetapi juga milik bersama.

Selain sebagai karya akademik, buku MemoryGraph diharapkan menjadi alat edukasi yang dapat digunakan dalam pendidikan tinggi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pendekatan ini membuka ruang pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menghubungkan mahasiswa dengan realitas sosial di lapangan.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk akademisi, peneliti, pemerintah,
Komunitas literasi, sejumlah guru, mahasiswa, serta mitra kolaborasi nasional dan internasional.

Diskusi dipandu Rizanna Rosemary PhD dari FISIP USK dan diakhiri dengan foto bersama.

Diskusi yang berlangsung tiga jam penuh itu menunjukkan bahwa menjaga ingatan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan.

“Ketahanan masyarakat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kemampuan menjaga ingatan dan mendengarkan suara yang selama ini terabaikan,” tutup Dr Alfi Rahman. (*)

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved