Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Laka Lantas di Wilkum Polresta Tertinggi, Delapan Peristiwa Lima Meninggal

Sinergi antara polisi dan warga diharapkan menjadi kunci terciptanya lingkungan aman, nyaman, dan damai.” ERFAN GUSTIAR

Editor: mufti
Serambinews.com/HO
ERFAN GUSTIAR - Kasi Humas Polresta Banda Aceh, Iptu Erfan Gustiar. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak delapan kasus kecelakaan dan lima orang meninggal dunia terjadi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026
  • Dua posko masih disiagakan, Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman dan Pos Pelayanan Pelabuhan Ulee Lheue hingga 29 Maret mendatang
  • Polresta Banda Aceh juga mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar melalui Call Center 110

“Sinergi antara polisi dan warga diharapkan menjadi kunci terciptanya lingkungan aman, nyaman, dan damai.” ERFAN GUSTIAR, Kasi Humas Polresta Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak delapan kasus kecelakaan lalu lintas dan lima orang di antaranya meninggal dunia, terjadi di wilayah hukum (Wilkum) Polresta Banda Aceh selama pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026, 13-25 Maret 2026.

Polresta Banda Aceh menjadi wilayah hukum dengan kejadian kecelakaan lalu lintas tertinggi di Aceh, dari total 19 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan selama periode tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas, Iptu Erfan Gustiar, mengatakan, personel tetap disiagakan untuk memantau titik rawan dan pusat keramaian hingga 29 Maret 2026.

Dua posko masih disiagakan--meski Operasi Ketupat Seulawah 2026 sudah usai--yakni Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman dan Pos Pelayanan Pelabuhan Ulee Lheue hingga 29 Maret mendatang. “Fokus kami adalah menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus mencegah tindak kriminalitas di masyarakat,” ujar Iptu Erfan kepada Serambi, Kamis (26/3/2026).

Dikatakan, keberhasilan pengamanan selama lebaran merupakan hasil sinergi antara polisi dan instansi terkait serta partisipasi aktif masyarakat. “Kami mengapresiasi kedisiplinan warga sehingga situasi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Diketahui Operasi Ketupat Seulawah 2026 bertujuan mengamankan arus mudik dan balik serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama Hari Raya Idulfitri. 

Meski sudah berakhir, Polresta Banda Aceh tetap meningkatkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pasca arus balik lebaran.

Selama masa KRYD, patroli dialogis dan pengawasan di pusat keramaian, jalur strategis, serta fasilitas transportasi akan tetap dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi dan sosial berjalan lancar. Kepolisian menegaskan kehadirannya tetap dirasakan melalui pelayanan yang humanis namun tegas.

Selain itu, Polresta Banda Aceh selalu mengingatkan kepada masyarakat, terutama pengguna jalan agar tertib berlalu lintas saat arus balik, maupun musim libur lebaran. Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tertib berlalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling menghormati sesama pengguna jalan, sehingga Kamseltibcarlantas yang kondusif dapat terus terjaga,” ucap Iptu Erfan.

Polresta Banda Aceh juga mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar melalui Call Center 110. “Sinergi antara polisi dan warga diharapkan menjadi kunci terciptanya lingkungan aman, nyaman, dan damai,” pungkasnya.(rn)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved