Senin, 18 Mei 2026

Berita Sabang

Wisatawan Sesaki KM 0 Sabang, Antrean Foto dan Kendaraan tak Terhindarkan

Lonjakan wisatawan saat libur Idul Fitri 1447 H membuat kawasan Tugu Kilometer Nol Sabang penuh sesak.

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Aulia Prasetya
NOL KILOMETER - Sejumlah wisatawan berfoto bersama di kawasan Tugu Kilometer Nol Indonesia saat liburan di Kota Sabang. 

Terutama Sumatera Utara seperti Medan, serta sejumlah wilayah lain di Aceh. 

Baca juga: Menyelami Sejarah Tugu Nol Kilometer Sabang, Simbol Persatuan dari Ujung Barat Nusantara

Mereka umumnya datang dalam kelompok kecil maupun rombongan keluarga.

Tarmizi memperkirakan, lonjakan ini masih akan berlangsung hingga Minggu besok sebelum berangsur normal.

“Biasanya puncaknya sampai Sabtu, setelah itu mulai berkurang dan kembali normal,” ujarnya.

Berbeda dengan wisatawan domestik, jumlah wisatawan mancanegara selama periode ini relatif sedikit. 

Tingkat keramaian yang tinggi menjadi salah satu alasan.

“Wisatawan luar negeri tetap ada, tapi tidak banyak,” beber Darwis. 

“Mereka biasanya memilih datang saat kondisi lebih sepi,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola kawasan bersama aparat TNI, Polri, dan perangkat gampong melakukan pengaturan di lapangan, terutama pada jalur kendaraan.

“Kita upayakan arus tetap bergerak agar tidak terjadi kemacetan panjang, sehingga pengunjung tetap nyaman,” ujar Tarmizi.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga melakukan pengawasan di area keramaian guna menjaga ketertiban. 

Pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan serta tidak merusak fasilitas yang tersedia.

Baca juga: Taman Hutan Nol Kilometer, Surga Tersembunyi di Ujung Barat Indonesia

Tugu Kilometer Nol Indonesia sendiri merupakan salah satu ikon wisata utama di Sabang.

Lokasinya di ujung barat Pulau Weh menjadikannya destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung.

Untuk masuk ke kawasan yang berada dalam wilayah Taman Wisata Alam (TWA) tersebut, pengunjung dikenakan retribusi Rp10.000 per orang pada hari biasa dan Rp15.000 saat hari libur.

Meski diwarnai kepadatan dan antrean, minat wisatawan tidak surut. 

Banyak pengunjung tetap bertahan hingga sore hari, menunggu giliran berfoto sebagai penanda telah tiba di titik paling barat Indonesia.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved