Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Pacu Pemulihan Aceh, Satgas PRR Libatkan Warga Bersihkan Lingkungan

“Melalui Cash for Work, warga terlibat langsung dalam pemulihan wilayahnya sekaligus mendapatkan penghasilan instan," ujar Safrizal ZA.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PACU PEMULIHAN ACEH – Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA memastikan pihaknya terus memacu proses pemulihan Tanah Rencong pascadilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025 lalu, Sabtu (28/3/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh menegaskan, pihaknya terus memacu proses pemulihan Tanah Rencong pascadilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025 lalu. 

Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA mengaku, usai Lebararan Idul Fitri 1447 Hijriah, pihaknya tetap terus memacu agenda fisik di lapangan.

Salah satunya melalui program pembersihan lingkungan dengan mekanisme Padat Karya Tunai atau Cash for Work.

Program ini melibatkan langsung warga di daerah terdampak bencana. 

Mereka juga dibayar langsung oleh negara tanpa harus menunggu lama. 

“Kami ingin memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi rumah tangga masyarakat,” kata Safrizal kepada Serambinews.com, Sabtu (28/3/2026).

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri itu menegaskan, bahwa pemilihan skema Cash for Work bertujuan agar masyarakat merasakan manfaat ganda dari proses pembangunan kembali ini.

Baca juga: Satgas PRR Klaim Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatra Tak Lagi di Tenda

“Melalui Cash for Work, warga terlibat langsung dalam pemulihan wilayahnya sekaligus mendapatkan penghasilan instan untuk membantu kebutuhan mereka pasca lebaran," ujarnya.

Untuk tahap pertama, kata Safrizal, di akhir Maret ini kegiatan dipusatkan di dua wilayah terdampak, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang, dengan melibatkan ratusan personel gabungan dan elemen masyarakat setempat.

Di Kabupaten Pidie Jaya, pengerahan tahap pertama melibatkan 375 orang yang terdiri dari personel Satpol PP, Linmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta masyarakat umum. 

Aksi bersih-bersih difokuskan di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu dan Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua. 

“Kegiatan berlangsung dari tanggal 28 Maret hingga 4 April 2026,” ujarnya. 

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 400 warga lokal telah memulai aksi serupa sejak 27 Maret hingga 2 April 2026. 

Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi langsung bagi warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved