Kamis, 23 April 2026

Berita Sabang

Libur Lebaran Dongkrak Penjualan Buah di Sabang, Permintaan Naik hingga 30 Persen

Libur Idul Fitri 1447 H di Sabang mendorong peningkatan penjualan buah hingga 30 persen.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Aulia Prasetya
PENJUALAN BUAH MENINGKAT - Seorang pembeli memilih buah di salah satu lapak di Pujasera, Kota Sabang. Penjualan buah meningkat selama libur Lebaran 1447 Hijriah. 

Ringkasan Berita:
  • Libur Idul Fitri 1447 H di Sabang mendorong peningkatan penjualan buah hingga 30 persen.
  • Permintaan melonjak sejak H-3 Lebaran, terutama untuk buah impor seperti pir, apel, jeruk, dan alpukat.
  • Sebagian besar pembeli berasal dari hotel, kafe, dan pelaku usaha kuliner, sementara stok dan harga tetap stabil.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Pergerakan wisatawan dan aktivitas masyarakat selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah, berdampak langsung pada penjualan buah di Kota Sabang.

Sejumlah pedagang mengaku permintaan meningkat sejak beberapa hari sebelum Lebaran dan terus bertahan hingga saat ini.

Muhajirin, salah seorang pedagang buah di Sabang mengatakan, lonjakan mulai terasa sejak H-3 Idul Fitri. 

Dibandingkan masa Ramadhan, ia mengaku, penjualan mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Kalau dibandingkan puasa kemarin, sekarang jelas naik. Perkiraan kami sekitar 30 persen peningkatannya,” kata Muhajirin, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, peningkatan ini tidak lepas dari ramainya kunjungan wisatawan ke Sabang selama libur panjang. 

Selain itu, aktivitas masyarakat lokal yang meningkat juga ikut mendorong permintaan.

Jenis buah impor menjadi yang paling banyak dicari. 

Baca juga: Pedagang Buah di Sabang Catat Kenaikan Pembeli Selama Ramadhan 2026

Buah seperti pir, apel, jeruk, semangka, alpukat hingga mangga mendominasi penjualan, terutama untuk kebutuhan minuman dan olahan di sektor usaha kuliner.

“Yang paling banyak itu buah impor, biasanya dipakai untuk jus di hotel atau kafe. Sekarang permintaannya memang lebih tinggi,” ujarnya.

Sebagian besar pembeli berasal dari pelaku usaha, seperti hotel, kafe, dan penjual minuman. 

Mereka membeli dalam jumlah lebih besar untuk memenuhi kebutuhan selama lonjakan kunjungan wisatawan.

Selain itu, wisatawan yang datang ke Sabang juga turut menyumbang peningkatan penjualan, meski dalam skala lebih kecil. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved