Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Utara

Warga Tanjong Ara di Aceh Utara Blokir Jalan, Tanami Pisang dan Tuntut Segera Diaspal

Warga Gampong Tanjong Ara, Aceh Utara, memblokir jalan utama penghubung Pantonlabu–Langkahan sebagai protes belum adanya pengaspalan.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
BLOKIR JALAN - Jalan utama penghubung Pantonlabu dengan Kecamatan Langkahan diblokir warga di kawasan Desa Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Senin (30/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Gampong Tanjong Ara, Aceh Utara, memblokir jalan utama penghubung Pantonlabu–Langkahan sebagai protes belum adanya pengaspalan.
  • Mereka menanam pohon pisang dan meletakkan kursi di badan jalan, membuat arus lalu lintas lumpuh total.
  • Aksi ini dilakukan karena jalan rusak menimbulkan debu, lumpur, dan gangguan kesehatan, sehingga warga menuntut segera diperbaiki.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Warga Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara pada Senin (30/3/2026), melakukan aksi pemblokiran jalan utama penghubung Pantonlabu dengan Kecamatan Langkahan.

Aksi ini merupakan bentuk protes atas belum dilaksanakannya pekerjaan pengaspalan jalan setelah dilakukan pengerasan pada Oktober 2025.

Jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga, namun hingga kini kondisinya masih memprihatinkan.

Warga memblokir jalan dengan berbagai cara, mulai dari meletakkan kursi dan sofa di badan jalan, hingga menanam pohon pisang sepanjang kurang lebih satu kilometer. 

Aksi tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh total.

Menurut warga, persoalan ini telah berlangsung lama. 

Mereka menyebutkan bahwa setelah pengerasan, hingga memasuki tahun 2026, pekerjaan lanjutan tak kunjung direalisasikan.

Akibatnya, jalan yang rusak menimbulkan dampak serius, terutama debu tebal saat musim kemarau dan lumpur saat musim hujan.

Baca juga: Korban Banjir Bandang Blokir Jalan Nasional, Desak BWSS-1 Pindahkan Aliran Sungai Alas

“Bukan hanya lansia dan balita yang terdampak, tapi seluruh warga,” tukas masyarakat setempat. 

“Debu dan lumpur ini sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari,” ujar seorang warga Desa Tanjong Ara kepada Serambinews.com, Senin (30/3/2026).

Selain debu, warga juga mengeluhkan dampak lanjutan pasca banjir yang menyebabkan lumpur menumpuk di badan jalan. 

Kondisi ini memperparah situasi dan membuat jalan semakin sulit dilalui.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan, bahkan melalui media sosial, namun hingga kini belum ada tanggapan serius dari pihak terkait. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved