Berita Banda Aceh
BMKG Ingatkan Pemda soal Karhutla dan Ketersediaan Air Sambut Puncak Kemarau di Aceh
“Kami mengimbau kepada pemerintah terkait untuk dapat mempersiapkan ataupun melakukan pengelolaan air bersih secara efisien, serta meningkatkan...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- BMKG Stasiun Meteorologi SIM mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air menjelang puncak musim kemarau serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
- Banda Aceh dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau sejak Januari, dengan puncak kemarau diperkirakan Juli 2026.
- BMKG mengimbau masyarakat memantau prakiraan cuaca melalui situs dan aplikasi resmi, serta berhati-hati terhadap perubahan cuaca mendadak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mengingatkan pemerintah agar mempersiapkan diri mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air jelang puncak musim kemarau.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Kami mengimbau kepada pemerintah terkait untuk dapat mempersiapkan ataupun melakukan pengelolaan air bersih secara efisien, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla,” kata Prakirawan BMKG, Nofrida Handayani saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Pihaknya mengingatkan, Banda Aceh dan sekitarnya sudah memasuki kemarau sejak Januari dasarian II (10 hari pertama).
Puncaknya kemarau diperkirakan berlangsung selama 28-30 dasarian pada Juli mendatang.
Prakirawan BMKG itu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Diharapkan terus memantau prakiraan cuaca dari kami yang dapat diakses melalui web bmkg.go.id maupun aplikasi mobile info BMKG,” pesan Nofrida.
Baca juga: Simeulue Berawan Hari Ini, Suhu Capai 30 Derajat Celcius, Begini Data BMKG
Di sisi lain, cuaca di Banda Aceh berpotensi berawan tebal hingga hujan pada akhir Maret.
Suhu berkisar antara 24-28 derajat celcius dengan kecepatan angin 4 km/jam.
Sementara di daerah, BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang untuk wilayah khususnya Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Barat, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie Jaya, Subulussalam, Nagan Raya pada Selasa (31/3/2026).
Kondisi yang sama pada keesokan harinya dapat terjadi di Abdya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.
“Waspada hujan yang terjadi dengan intensitas sedang-lebat dan tiba-tiba pada sore-malam hari, hal ini disebabkan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari,” ucap Nofrida.
“Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” tambahnya.
Sementara tinggi gelombang masuk kategori sedang, berkisar antara 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Aceh Besar - Meulaboh, dan perairan selatan Simeulue.
Puncak Musim Kemarau
musim kemarau
Dampak Musim Kemarau
Aceh Masuki Musim Kemarau
BMKG Blangbintang
Serambinews.com
Serambinews
| Nakes Aceh Disuntik Vaksin Campak, RSUD ZA Jadi Titik Awal Gerakan Perlindungan |
|
|---|
| Nakes di Aceh Mulai Disuntik Imunisasi Campak, 15 Ribu Tenaga Kesehatan dan Dokter Jadi Sasaran |
|
|---|
| Harga Gas Elpiji Nonsubsidi Naik Drastis |
|
|---|
| MAN 1 Banda Aceh Kembali Juara Umum Olimpiade POSI 2026, Borong 55 Medali |
|
|---|
| Pansus DPRK Tinjau Aset yang akan Dihibah Dari Pemko ke Perumda Tirta Daroy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BMKG-ingatkan-jangan-buang-puntung-rokok-saat-musim-kemarau.jpg)