Rabu, 22 April 2026

Berita Bireuen

Proses Belajar Sekolah Rusak di Bireuen Lancar, Mobiler Belum Tersedia

Proses belajar mengajar di tujuh SMA, SMK, dan SLB di Bireuen yang rusak akibat banjir akhir November lalu tetap berjalan lancar dan normal.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kacabdin Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid MPd 
Ringkasan Berita:Proses belajar di sekolah terdampak banjir di Bireuen tetap berjalan normal meski fasilitas rusak.
 
Namun, banyak meja dan kursi belum tersedia sehingga sebagian siswa belajar di lantai.
 
Pemerintah dan sekolah lain kini berupaya membantu, sementara bantuan pusat masih dalam proses.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Proses belajar mengajar di tujuh SMA, SMK, dan SLB di Bireuen yang rusak akibat banjir akhir November lalu tetap berjalan lancar dan normal. 

Namun, mobiler seperti meja dan kursi siswa yang rusak hingga kini belum tersedia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid SPd MPd, Selasa (31/3/2026), terkait penanganan sekolah terdampak banjir. 

Dari puluhan sekolah yang terdampak, tujuh di antaranya mengalami kerusakan parah, yaitu SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan, SMKN 1 Peusangan, SMAS Al Furqan, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, SMAN 2 Kutablang Bireuen, dan SMAN 1 Peulimbang.

Ia menyebutkan, banyak mobiler yang rusak dan belum tergantikan, sehingga sebagian siswa terpaksa belajar dengan duduk di lantai. 

Baca juga: Bantuan Stimulan Perumahan Tahap I di Bireuen Dalam Proses Transfer ke Rekening

Sebagai langkah sementara, pihaknya meminta bantuan dari sekolah lain yang memiliki kelebihan mobiler untuk dibagikan kepada sekolah terdampak.

“Saya mulai mendatangi beberapa SMA maupun SMK di Bireuen yang mobilernya cukup untuk meminta partisipasi membantu sekolah terdampak banjir. 

Beberapa sekolah menyahuti dengan baik dan akan segera berkoordinasi untuk mengirim mobiler,” ujarnya.

Komputer dan laptop yang rusak akibat banjir

Sementara itu, peralatan pendukung lain seperti komputer dan laptop yang rusak akibat banjir telah dilaporkan ke pemerintah provinsi dan pusat. 

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Naik Rp 100 Ribu Per Mayam, 31 Maret 2026 Dijual Jadi Segini

Saat ini, pemerintah pusat melalui kementerian terkait sedang dalam proses pengadaan bantuan.

Terkait ujian akhir semester yang dijadwalkan mulai 13 April mendatang, masing-masing sekolah akan menyesuaikan pelaksanaannya. 

Ujian dapat dilakukan secara manual atau daring menggunakan ponsel, tergantung kebijakan sekolah dan arahan dari pemerintah.

Baca juga: Aturan Baru BBM Subsidi! Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar Mulai 1 April 2026

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved