Selasa, 5 Mei 2026

Nelayan

Nelayan Sabang Kembali Melaut, Roda Ekonomi Pesisir Mulai Bergerak

Setelah sempat terhenti akibat masa pantang melaut, aktivitas perikanan tangkap di pesisir Kota Sabang kini mulai menggeliat kembali.

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Aulia Prasetya
HASIL LAUT- Sejumlah nelayan membongkar hasil tangkapan ikan dari perahu setibanya di pesisir Kota Sabang, Rabu (1/4/2026). Aktivitas melaut kembali normal setelah berakhirnya masa pantang melaut, ditandai dengan meningkatnya aktivitas pendaratan ikan di sejumlah kawasan pesisir. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Setelah sempat terhenti akibat masa pantang melaut, aktivitas perikanan tangkap di pesisir Kota Sabang kini mulai menggeliat kembali. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah titik pendaratan ikan kembali dipadati nelayan, menjadi tanda awal bangkitnya ekonomi masyarakat pesisir.

Perahu-perahu nelayan kembali berlayar secara rutin, terutama di kawasan Balepasi Ie Meule dan Balepasi Pasiran. Meski hasil tangkapan belum sepenuhnya stabil, geliat aktivitas ini membawa harapan baru bagi para nelayan yang sebelumnya harus menahan laju penghasilan.

Muhammad, nelayan di Balepasi Ie Meule, mengatakan mayoritas nelayan telah kembali melaut dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang relatif bersahabat.

“Sekarang nelayan sudah mulai turun melaut lagi seperti biasa setelah pantang melaut selesai. Alhamdulillah hasil tangkapan juga sudah mulai ada walaupun belum terlalu banyak,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Kutipan Parkir di Kawasan Ulee Lheue, Kadishub Banda Aceh Tegur Pengelola Jukir, Minta Perbaikan

Menurutnya, pada fase awal pasca pantang melaut, hasil tangkapan memang belum maksimal. Faktor musim dan pergerakan ikan yang belum sepenuhnya normal masih menjadi tantangan. Namun, aktivitas yang kembali berjalan sudah cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selama masa pantang, sebagian nelayan terpaksa beralih ke pekerjaan lain demi menjaga pemasukan keluarga. Kini, mereka mulai kembali mengandalkan laut sebagai sumber penghidupan utama.

Kembalinya nelayan ke laut juga berdampak pada pasokan ikan di pasar. Ketersediaan ikan segar yang sebelumnya terbatas kini mulai meningkat, membantu menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

Di kawasan Balepasi Pasiran, kondisi serupa juga terlihat. Nelayan setempat, Munawar, menyebut aktivitas melaut kembali ramai seiring cuaca yang mendukung.

“Setelah pantang melaut selesai, nelayan di sini sudah kembali aktif turun ke laut. Kami berharap hasil tangkapan ke depan semakin meningkat supaya pendapatan nelayan juga ikut bertambah,” katanya.

Ia menambahkan, nelayan saat ini masih beradaptasi dalam menentukan waktu dan lokasi penangkapan agar hasil lebih optimal. Beberapa jenis ikan mulai kembali ditemukan di perairan Sabang, meski jumlahnya belum sebanyak sebelum masa pantang.

Selain itu, para nelayan terus memantau kondisi angin dan gelombang yang menjadi faktor utama keselamatan dan keberhasilan melaut. Cuaca yang relatif stabil dalam beberapa hari terakhir menjadi peluang untuk meningkatkan intensitas penangkapan.

Pulihnya aktivitas melaut turut menggerakkan sektor pendukung, mulai dari pedagang ikan, pengepul, hingga pelaku usaha kecil di kawasan pesisir. Aktivitas pendaratan ikan yang meningkat perlahan menghidupkan kembali roda ekonomi lokal.

Meski demikian, nelayan berharap kondisi cuaca tetap kondusif dalam beberapa pekan ke depan agar proses pemulihan berjalan optimal. Mereka optimistis hasil tangkapan akan terus meningkat seiring normalnya kembali aktivitas di laut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved