Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Dilanda Hujan, Huntara Korban Banjir di Langkahan-Aceh Utara Terendam Air

“Hujannya hanya sekitar 20 sampai 30 menit, tapi tiba-tiba air langsung masuk dan menggenangi huntara yang ditempati 18 KK,” ujar Wandi.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Serambinews.co/HO
Huntara penyintas banjir yang dibangun BNPB di Desa Alue Krak Kay,e Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara terendam banjir setelah hujan. 

Ringkasan Berita:
  • Hunian sementara (huntara) di Gampong Alue Krak Kayee, Langkahan, Aceh Utara yang ditempati 18 KK penyintas banjir kembali terendam air setelah hujan deras, Senin (6/4/2026).
  • Warga yang baru menempati huntara 2 hari sebelum Idulfitri harus menghadapi kondisi darurat; barang-barang seperti kasur bantuan, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga rusak terendam banjir.
  • Keuchik menyebut hujan hanya berlangsung 20–30 menit, namun air cepat meluap dan menggenangi huntara. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Hunian sementara (huntara) yang ditempati sebanyak 18 Kepala Keluarga penyintas banjir di Gampong Alue Krak Kayee, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kembali terendam air setelah diguyur hujan deras, Senin (6/4/2026) sore.

Akibatnya, mereka yang baru menempati huntara dua hari sebelum Idulfitri harus menghadapi kondisi darurat, dengan sebagian besar barang mereka rusak akibat terendam banjir.

Keuchik Alue Krak Kayee, Wandi kepada Serambinews.com, Selasa (7/4/2026), mengatakan hujan yang mengguyur wilayah tersebut tidak berlangsung lama, namun air dengan cepat meluap dan merendam huntara warga.

“Hujannya hanya sekitar 20 sampai 30 menit, tapi tiba-tiba air langsung masuk dan menggenangi huntara yang ditempati 18 KK,” ujar Wandi.

Menurutnya, warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka, sehingga kasur bantuan, pakaian, dan perlengkapan lainnya terendam air.

“Sebagian besar barang sudah basah. Kemarin saya lihat langsung kondisinya, sangat memprihatinkan,” katanya.

Baca juga: BNPB Tuntaskan Pembangunan Huntara di Beutong Ateuh Nagan, Segera Bangun Huntap 700 Unit

Hingga saat ini, genangan air di dalam huntara belum sepenuhnya surut.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak gampong berinisiatif berkoordinasi dengan pihak terkait agar dilakukan pembuangan air ke saluran irigasi.

“Saya sudah menghubungi rekanan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk meminta izin membongkar bagian pinggir saluran irigasi agar air bisa cepat dialirkan keluar,” jelasnya.

Wandi menyebutkan, dari total 182 KK yang terdampak banjir di desa tersebut, sebanyak 96 KK mengalami kerusakan rumah kategori berat hingga hanyut.

Namun, baru 18 KK yang saat ini menempati huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sisanya masih mengungsi. Ada yang tinggal di rumah keluarga, ada juga yang membuat gubuk darurat dari terpal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hingga kini pembangunan huntara tambahan untuk warga lainnya belum terealisasi, sehingga sebagian besar korban masih hidup dalam kondisi serba terbatas.

Di sisi lain, kondisi ekonomi warga juga semakin terpuruk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved