Minggu, 26 April 2026

Berita Subulussalam

Datangi Bappenas, Wali Kota Subulussalam Ajukan 4 Program Prioritas Jadi Proyek Strategis Nasional

"Dalam perspektif nasional, keberadaan jalan ini akan mendukung pengembangan koridor ekonomi kawasan Barat Selatan dan Tengah Provinsi Aceh sebagai...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Proyek Strategis Nasional: Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin, mendatangi Kementerian PPN/Bappenas untuk serahkan usulan penetapan proyek strategis nasional di daerahnya, Selasa (7/4/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, M Rasyid ajukan empat program prioritas di daerahnya ditetapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Kementerian PPN/Bappenas.

Dokumen permohonan diserahkan langsung M Rasyid yang akrab disapa Haji Rasyid Bancin (HRB) ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). 

Program yang diusulkan antara lain pembangunan Jalan Tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen, Kabupaten Aceh Tenggara.

Kedua pembangunan Kanal Oboh sebagai pengendali banjir sungai Lae Souraya. 

Ketiga penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat.

Terakhir penanganan tanjakan Kedabuhen, yang populer dengan istilah program Kelok Delapan Kedabuhen.

"Program-program ini bertujuan untuk membuka akses wilayah terisolasi, memperlancar distribusi hasil pertanian, mengurangi risiko banjir dan bencana, serta meningkatkan keselamatan masyarakat di jalur rawan kecelakaan," kata HRB dalam keterangan tertulis. 

Pemerintah Kota Subulussalam, sebut HRB berharap dukungan Pemerintah Pusat agar seluruh program ini dapat segera direalisasikan demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu alasan empat program prioritas itu, layak ditetapkan jadi PSN sebagai berikut: 

Baca juga: Sedia Payung, Hari Ini 7 April Seluruh Kecamatan di Kota Subulussalam Diguyur Hujan

1. Pembangunan Jalan Tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen, Kabupaten Aceh Tenggara.

Jalan ini merupakan akses strategis baru yang akan membuka keterisolasian wilayah pedalaman serta mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara.

Memiliki peran sangat penting dalam mendukung ekonomi masyarakat, mobilitas hasil pertanian, ketahanan pangan, serta konektivitas antar wilayah.

Kawasan yang dilalui merupakan sentra produksi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, jagung, kakao, kopi, serai, padi, dan hortikultura yang selama ini menghadapi keterbatasan akses distribusi. 
 
Sehingga dengan terbangunnya jalan ini, akan tercipta efisiensi distribusi hasil pertanian dari wilayah pedalaman ke pasar regional dan antar provinsi.

Lalu penurunan biaya logistik yang selama ini menjadi beban utama petani dan pelaku usaha.

Peningkatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas, penguatan ketahanan pangan regional melalui kelancaran suplai bahan pangan.

Peningkatan mobilitas masyarakat termasuk akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonom.

Membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan kawasan perbatasan, mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara.

Mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan serta distribusi logistik dan menjadi jalur alternatif evakuasi bencana dan mobilitas masyarakat.

Selain itu, ruas ini akan menjadi jalur konektivitas strategis lintas kabupaten/kota dan provinsi yang menghubungkan Subulussalam dengan Aceh Tenggara serta memperkuat jaringan transportasi menuju Sumatera Utara. 

"Dalam perspektif nasional, keberadaan jalan ini akan mendukung pengembangan koridor ekonomi kawasan Barat Selatan dan Tengah Provinsi Aceh sebagai bagian dari sistem logistik regional," jelas Wali Kota Subulussalam.

2. Pembangunan Kanal Oboh sebagai pengendali banjir sungai Lae Souraya.

Program ini sangat mendesak mengingat tingginya risiko banjir tahunan yang berdampak langsung terhadap permukiman, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat. 

Kerugian ekonomi akibat genangan dan rusaknya lahan pertanian terus meningkat setiap tahun.

Pembangunan Kanal Oboh diharapkan menjadi solusi sistem pengendalian banjir terpadu yang mampu mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan permukiman.

Menjamin keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat, melindungi lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan.

Meningkatkan ketahanan lingkungan dan kualitas tata kelola sumber daya air. Kebutuhan sistem pengendalian banjir terpadu untuk perlindungan jangka panjang.

Mendukung ketahanan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan kota.

3. Penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat.

Ruas ini merupakan koridor vital yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana longsor, pohon tumbang, serta kecelakaan lalu lintas fatal. 

Kondisi geografis berupa tebing curam di satu sisi dan jurang dalam di sisi lainnya menjadikan ruas ini sebagai salah satu titik rawan nasional (blackspot). 

Rawan bencana longsor, pohon tumbang, serta kecelakaan lalu lintas fatal.

Kemudian Memiliki sisi tebing curam dan jurang dalam dengan tingkat risiko tinggi.

Jalan ini merupakan satu-satunya jalur distribusi logistik utama bagi wilayah Barat Selatan Aceh menuju Sumatera Utara, yang menopang arus barang seperti sembako, hasil pertanian dan aktivitas perdagangan lintas daerah.

Sehingga layak menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh karena itu butuh penanganan komprehensif meliputi: 

Pelebaran dan peningkatan struktur jalan, penguatan tebing dan stabilisasi lereng rawan longsor dan pembangunan pengaman jalan pada sisi jurang. 

Berikutnya penerapan sistem mitigasi bencana terpadu guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

4. Penanganan tanjakan Kedabuhen, yang populer dengan istilah program Kelok Delapan Kedabuhen.

Tanjakan Kedabuhen merupakan titik kritis yang berada di kawasan perbukitan dengan karakteristik tebing curam dan jurang dalam, yang setiap hari berpotensi menimbulkan  kecelakaan lalu lintas. 

Ruas ini merupakan bagian dari jalur strategis yang dilintasi oleh sedikitnya delapan kabupaten/kota di Aceh melalui Kota Subulussalam menuju Pakpak  Bharat, Sumatera Utara dan Kota Medan.

Karakteristik jalan berupa tanjakan panjang, terjal, serta tikungan tajam dengan risiko tinggi bagi kendaraan, khususnya angkutan berat. 

Saat ini telah tersedia dua jalur (2x2 lajur), yaitu satu jalur berada di sisi jurang dan satu jalur alternatif yang lebih landai di sisi tebing.

Namun hal ini belum mampu mengurangi risiko secara signifikan.

Kendaraan besar, bus dan berat seperti truk kerap mengalami kegagalan menanjak, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan beruntun. 

Setiap bulan, puluhan kendaraan  terlibat kecelakaan di kawasan ini, dengan korban jiwa yang telah mencapai puluhan orang akibat berbagai insiden.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Subulussalam mengusulkan pengembangan Program Proyek Strategis Nasional (PSN) Kelok Delapan Kedabuhen sebagai solusi rekayasa geometrik jalan yang lebih aman dan berstandar tinggi. 

Program ini diharapkan mampu menyelamatkan nyawa masyarakat pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan fatal secara signifikan.

Menjamin keamanan transportasi pada jalur strategis lintas provinsi, memperlancar konektivitas serta distribusi logistik dan hasil pertanian serta mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Selanjutnya memperlancar konektivitas antar wilayah Aceh dan Sumatera Utara, mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Mengurangi risiko bencana dan meningkatkan keandalan infrastruktur jalan nasional.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kami memandang bahwa empat program ini memiliki dampak strategis nasional dalam konektivitas antar wilayah provinsi," ujar HRB.

"Peran penting dalam mendukung ketahanan ekonomi dan logistik nasional, urgensi tinggi dalam aspek keselamatan publik dan mitigasi bencana serta kontribusi terhadap pengurangan kesenjangan pembangunan kawasan," tegas HRB.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved