Berita Aceh Tengah
Banjir Bandang Terjang Aceh Tengah, Jembatan Ambruk dan Jalan Putus
“Masyarakat masih bisa melewati jembatan gantung untuk menyeberang, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian.” AGUS
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tengah, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/3/2026) sejak sore hingga malam hari
- Jembatan yang ambruk akibat bencana itu diantaranya jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun pascabencana hidrometeorologi
- BPBD Aceh Tengah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) serta menurunkan alat berat guna penanganan di lapangan
“Masyarakat masih bisa melewati jembatan gantung untuk menyeberang, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian.” AGUS, Babinsa Desa Burlah Koramil 09/Ketol
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tengah, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/3/2026) sejak sore hingga malam hari. Peristiwa itu menyebabkan jembatan ambruk dan badan jalan putus.
Jembatan yang ambruk akibat bencana itu diantaranya jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun pascabencana hidrometeorologi. Jembatan darurat ini ambruk akibat diterjang arus deras.
Selain itu, jembatan penghubung menuju SD Negeri 2 Bintang di Desa Nosar, juga putus diterjang banjir, Selasa (7/4/2026).
Babinsa Desa Burlah, Serda Agus dari Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, menyebutkan, banjir bandang terjadi akibat meluapnya sungai Wih Jernih sehingga menghanyutkan jembatan darurat Burlah yang sudah dibangun.
Dikatakan, pada saat kejadian Senin (6/4/2026) malam, debit air sungai sangat deras hingga meluap dan memutus akses utama warga. Kondisi itu membuat arus transportasi terutama kendaraan roda empat menuju Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara dan Desa Bintang Pepara, lumpuh.
Beruntung, jembatan gantung di lokasi tersebut dalam kondisi aman dan kini menjadi akses penghubung satu-satunya. Jembatan tersebut juga dapat dilalui dengan kendaraan roda dua. “Saat ini masyarakat masih bisa melewati jembatan gantung untuk menyeberang, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian dari Desa Burlah menuju Desa Kala Ketol,” kata Serda Agus.
Akses menuju jembatan gantung sempat tidak dapat dilalui karena badan jalan terendam air sungai yang meluap. Akibatnya, sejumlah kampung di Kecamatan Ketol sempat terisolir karena putusnya jembatan penghubung.
BPBD Aceh Tengah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) serta menurunkan alat berat guna penanganan di lapangan.
Nasib serupa juga dialami jembatan penghubung di Desa Nosar, Kecamatan Bintang. Akibatnya akses menuju ke SD Negeri 2 Bintang kembali terganggu setelah jembatan penghubung ke sekolah tersebut putus diterjang banjir.
“Semalam putus lagi jalannya, karena hujan deras dan banjir,” ujar Afgan, warga Desa Nosar, Selasa (7/4/2026).
Sebelumnya, akses ke SDN 2 Bintang sudah terganggu sejak bencana alam pada November 2025 lalu yang menyebabkan jembatan utama putus. Para murid harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh untuk bisa sampai ke sekolah.
Dalam kondisi itu, sejumlah murid sempat berinisiatif membuat jembatan kecil secara mandiri agar tetap bisa menyeberangi sungai dan mengikuti kegiatan belajar.
Jalan putus
Banjir juga menyebabkan jalan di kawasan Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, kembali terputus Kondisi itu menyebabkan membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Akibatnya, akses menuju sejumlah kampung seperti Atu Payung dan Serule kembali terhambat. Hingga saat ini, kendaraan roda dua masih bisa melintas melalui jalur darurat yang dibuat warga di sisi jalan yang terputus pagi tadi.
Januar, warga setempat mengatakan, masyarakat bergotong royong membuka jalur sementara agar aktivitas tetap berjalan. “Untuk roda empat sudah tidak bisa lewat. Tadi pagi warga berupaya membuat jalur di sisi jalan yang putus bekas banjir tadi malam, jadi sementara hanya roda dua yang bisa lewat,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dikatakan, kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil sehingga berisiko bagi pengguna jalan yang melintas. Warga berharap adanya penanganan segera dari pemerintah agar akses transportasi yang menjadi penghubung utama antar kampung tersebut dapat kembali normal dan tidak terus berulang mengalami kerusakan setiap terjadi hujan deras.(am)
Hujan Picu Tanah Longsor
SELAIN banjir, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah ruas jalan strategis. Longsor dilaporkan terjadi di jalan Provinsi Mendale-Bintang dan Bintang-Simpang Kraft. Sementara di jalur nasional, longsor terjadi di ruas Pameu-Genting Gerbang.
Banjir juga sempat mengganggu arus lalu lintas di jalan nasional Takengon-Isaq, tepatnya di Kampung Lumut, Kecamatan Linge. Akibat putusnya jembatan, sejumlah kampung dilaporkan terisolir, di antaranya Kampung Terang Engon di Kecamatan Silih Nara.
Selain itu, beberapa kampung di Kecamatan Ketol juga terisolir, yakni Kampung Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara.
Banjir juga menggenangi berbagai kampung serta merusak infrastruktur, termasuk jembatan penghubung antarwilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan, banjir kembali terjadi di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Lut Tawar, genangan dilaporkan terjadi di Kampung Toweren, Rawe, dan Gunung Suku. Sementara di Kecamatan Bintang meliputi Kampung Kuala I, Linung Bulen, Gele Pulo, dan Kelitu.
Di Kecamatan Kebayakan, banjir merendam Kampung Mendale dan Lut Kala. Selain itu, di Kecamatan Linge dilaporkan terjadi di Kampung Lumut dan Pantan Nangka, serta di Kecamatan Ketol yang melanda Kampung Burlah.
Tidak hanya merendam permukiman warga, luapan sungai juga kembali menghanyutkan sejumlah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun.(am)
banjir bandang dan longsor
Bencana Banjir Bandang
banjir bandang
Banjir Bandang Terjang Aceh Tengah
Jembatan Ambruk
akses jalan putus
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Buruan ke Samsat! Program Pemutihan Pajak Berakhir 30 April 2026 |
|
|---|
| Fokus Pemulihan Pascabencana, Seluruh Rangkaian HUT Ke-447 Takengon Ditiadakan, Termasuk Pacuan Kuda |
|
|---|
| Wabup Muchsin Sampaikan LKPJ 2025 Pada Rapat Paripurna DPRK Aceh Tengah |
|
|---|
| Permudah Layanan Publik, Pemkab Aceh Tengah Hadirkan LEPAT dan Portal GEMASIH |
|
|---|
| Tim SAR Evakuasi Puluhan Warga Terjebak Longsor di Burni Lintang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banjir-Bandang-Terjang-Aceh-Tengah.jpg)