Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Tengah

Banjir Bandang Terjang Aceh Tengah, Jembatan Ambruk dan Jalan Putus

“Masyarakat masih bisa melewati jembatan gantung untuk menyeberang, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian.” AGUS

Editor: mufti
for serambinews/IST
JALAN PUTUS - Pengendara melintasi badan jalan yang terputus akibat diterjang banjir di kawasan Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Selasa (7/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tengah, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/3/2026) sejak sore hingga malam hari
  • Jembatan yang ambruk akibat bencana itu diantaranya jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun pascabencana hidrometeorologi
  • BPBD Aceh Tengah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) serta menurunkan alat berat guna penanganan di lapangan

“Masyarakat masih bisa melewati jembatan gantung untuk menyeberang, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian.” AGUS, Babinsa Desa Burlah Koramil 09/Ketol 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tengah, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/3/2026) sejak sore hingga malam hari. Peristiwa itu menyebabkan jembatan ambruk dan badan jalan putus.

Jembatan yang ambruk akibat bencana itu diantaranya jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun pascabencana hidrometeorologi. Jembatan darurat ini ambruk akibat diterjang arus deras. 

Selain itu, jembatan penghubung menuju SD Negeri 2 Bintang di Desa Nosar, juga putus diterjang banjir, Selasa (7/4/2026).

Babinsa Desa Burlah, Serda Agus dari Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, menyebutkan, banjir bandang terjadi akibat meluapnya sungai Wih Jernih sehingga menghanyutkan jembatan darurat Burlah yang sudah dibangun.

Dikatakan, pada saat kejadian Senin (6/4/2026) malam, debit air sungai sangat deras hingga meluap dan memutus akses utama warga. Kondisi itu membuat arus transportasi terutama kendaraan roda empat menuju Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara dan Desa Bintang Pepara, lumpuh.

Beruntung, jembatan gantung di lokasi tersebut dalam kondisi aman dan kini menjadi akses penghubung satu-satunya. Jembatan tersebut juga dapat dilalui dengan kendaraan roda dua. “Saat ini masyarakat masih bisa melewati jembatan gantung untuk menyeberang, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian dari Desa Burlah menuju Desa Kala Ketol,” kata Serda Agus.

Akses menuju jembatan gantung sempat tidak dapat dilalui karena badan jalan terendam air sungai yang meluap. Akibatnya, sejumlah kampung di Kecamatan Ketol sempat terisolir karena putusnya jembatan penghubung. 

BPBD Aceh Tengah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) serta menurunkan alat berat guna penanganan di lapangan. 

Nasib serupa juga dialami jembatan penghubung di Desa Nosar, Kecamatan Bintang. Akibatnya akses menuju ke SD Negeri 2 Bintang kembali terganggu setelah jembatan penghubung ke sekolah tersebut putus diterjang banjir.

“Semalam putus lagi jalannya, karena hujan deras dan banjir,” ujar Afgan, warga Desa Nosar, Selasa (7/4/2026).

Sebelumnya, akses ke SDN 2 Bintang sudah terganggu sejak bencana alam pada November 2025 lalu yang menyebabkan jembatan utama putus. Para murid harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh untuk bisa sampai ke sekolah.

Dalam kondisi itu, sejumlah murid sempat berinisiatif membuat jembatan kecil secara mandiri agar tetap bisa menyeberangi sungai dan mengikuti kegiatan belajar.

Jalan putus

Banjir juga menyebabkan jalan di kawasan Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, kembali terputus Kondisi itu menyebabkan membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved