Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

FKIP Universitas Serambi Mekkah Yudisium 41 Sarjana

"Tema ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan moral dan intelektual. Transformasi diri adalah proses perubahan

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
YUDISIUM - Wakil Rektor IV USM, Dr Jalaluddin MPd menyampaikan orasi ilmiah pada acara yudisium sarjana FKIP USM di aula fakultas tersebut, Kamis (9/4/2026). 

"Tema ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan moral dan intelektual. Transformasi diri adalah proses perubahan

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 41 mahasiswa lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah (USM) mengikuti yudisium yang digelar di aula fakultas tersebut, Kamis (9/4/2026).

Para sarjana yang diyudisium berasal dari tujuh jurusan. Yaitu 7 orang dari PGSD, 14 orang Penjaskesrek, 6 orang Bahasa Indonesia, 4 orang Bahasa Inggris, 5 orang Sejarah, 2 orang Biologi dan 3 orang Fisika.

Sidang yudisium dibuka oleh Ketua Senat, Dr Ibrahim MPd. Sedangkan pembacaan SK yudisium dilakukan oleh Wakil Dekan FKIP Bidang Akademik, Khairul Asri SPd MPd.

Dekan FKIP USM, Azwir SPd MPd dalam sambutannya manyampaikan yudisium hari ini mengangkat tema “Transformasi Diri dalam Membangun Bangsa”.

Baca juga: Mahasiswa STISNU Aceh Berangkat KPM ke Malaysia, Usung Semangat “Dari Serambi Mekkah”

"Tema ini bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan moral dan intelektual. Transformasi diri adalah proses perubahan yang sadar, terencana, dan berkelanjutan dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak," katanya. 

Dalam konteks pendidikan, lanjut dia, transformasi diri menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual.

Sementara Rektor USM, Dr Abdurahman SH SpN dalam sambutannya menyampaikan bahwa lulusan FKIP tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga pendidik sejati. 

Menurutnya, pendidik harus mampu menjadi agen perubahan, yang mampu mentransformasikan nilai, ilmu, dan karakter kepada generasi bangsa.

"Disinilah peran strategis kita dalam pembangunan bangsa. Kita berada di garis depan dalam membentuk masa depan Indonesia," tambah Abdurahman.

Rektor mengungkapkan, dunia terus berubah, ilmu pengetahuan berkembang pesat, dan tantangan global semakin kompleks. 

Oleh karena itu, lulusan sarjana harus terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta membuka diri terhadap inovasi dan teknologi.

Acara ini diakhiri dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Wakil Rektor IV USM, Dr Jalaluddin MPd. 

Ia menekankan bahwa bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat gotong royong. 

"Nilai-nilai inilah yang harus kita tanamkan, baik dalam diri kita sendiri maupun kepada peserta didik kita kelak," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved