Jumat, 10 April 2026

Musrenbang

Ketua DPRK Bireuen Berharap Musrenbang Melahirkan Program Tepat Sasaran

Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, berharap Musrenbang dapat melahirkan program pembangunan yang tepat sasaran dan tidak sekadar menjadi rutinitas

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, menyampaikan sambutan pada Musrenbang RKPK Bireuen, Kamis (9/4/2026), di Aula Hotel Fajar, Bireuen. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, berharap Musrenbang dapat melahirkan program pembangunan yang tepat sasaran dan tidak sekadar menjadi rutinitas administratif atau “copy-paste” program tahun sebelumnya.

Harapan tersebut disampaikan Juniadi dalam sambutannya pada pembukaan Musrenbang RKPK tingkat kabupaten, Kamis (9/4/2026), di Aula Hotel Fajar, Bireuen.

Kegiatan ini dihadiri unsur legislatif, Forkopimda, pejabat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Di hadapan peserta Musrenbang, Juniadi menegaskan bahwa Musrenbang harus menjadi wadah kolaborasi nyata antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat.

“Saya menegaskan agar perencanaan ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif atau sekadar ‘copy-paste’ program tahun lalu, tetapi benar-benar membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Bireuen,” ujarnya.

Ia menekankan setiap anggaran yang dialokasikan dalam APBK 2027 harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM.

“Kita juga harus memastikan pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi menjangkau hingga pelosok gampong demi kesejahteraan bersama,” katanya.

Menurut Juniadi, Musrenbang merupakan forum penting untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Bireuen ke depan. Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi daerah tersebut.

“Kabupaten Bireuen masih menghadapi tantangan serius, seperti angka kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, serta dampak banjir yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi harga mati agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton di tengah kemajuan zaman,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak membutuhkan narasi berlebihan, melainkan solusi nyata.

“Rakyat butuh solusi atas tingginya harga kebutuhan pokok, akses kesehatan yang mudah, serta pendidikan yang berkualitas. Kita memikul tanggung jawab moral untuk memastikan perencanaan hari ini adalah jawaban atas keresahan mereka,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berdiskusi secara kritis dan konstruktif serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved