Berita Banda Aceh
ASDP Lanjut Kelola KMP Aceh Hebat 1 rute ke Sinabang, Pemerintah Aceh Dorong e-Ticketing
Pemerintah Aceh melanjutkan kerja sama dengan PT ASDP untuk pengelolaan KMP Aceh Hebat 1 rute Calang–Sinabang.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Aceh melanjutkan kerja sama dengan PT ASDP untuk pengelolaan KMP Aceh Hebat 1 rute Calang–Sinabang.
- Langkah ini sekaligus mendorong penerapan sistem e-ticketing guna meningkatkan layanan, mengurangi antrean, dan memberi kepastian jadwal penyeberangan.
- Diharapkan operasional kapal semakin optimal mendukung mobilitas, konektivitas, serta pertumbuhan ekonomi di Barsela Aceh, khususnya Simeulue.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Aceh menandatangani keberlanjutan kerja sama pengelolaan kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 1 dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Penandatanganan dilakukan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, T Faisal, ST, MT bersama Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Kerja sama ini juga menjadi momentum bagi Pemerintah Aceh untuk mendorong peningkatan kualitas layanan penyeberangan.
Termasuk penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) secara menyeluruh, khususnya pada lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh.
Langkah ini dinilai penting guna menciptakan pelayanan yang lebih modern, tertib, transparan, dan akuntabel, sekaligus menjawab berbagai dinamika yang terjadi pada masa angkutan lebaran lalu.
"Kami mendorong penerapan e-ticketing secara menyeluruh, terutama di lintas Barat Selatan (Barsela). Ini penting agar pelayanan lebih tertib, transparan, dan mampu mengurangi antrean penumpang di pelabuhan," ujar Asisten II Setda Aceh, T Robby Irza.
Ia menjelaskan, dorongan tersebut juga menjadi respons atas berbagai dinamika yang terjadi pada masa angkutan lebaran lalu.
Baca juga: Pemudik Padati Pelabuhan Calang, Penumpang KMP Aceh Hebat 1 Meningkat Tajam
Di mana terjadi antrean panjang dan penumpukan penumpang akibat sistem penjualan tiket yang masih dilakukan secara manual.
Kondisi tersebut terutama dirasakan pada lintasan menuju Simeulue yang mengalami lonjakan penumpang cukup signifikan.
Dengan penerapan e-ticketing, diharapkan proses pelayanan penumpang menjadi lebih efisien, mengurangi antrean di pelabuhan, serta memberikan kepastian jadwal keberangkatan bagi masyarakat.
Gubernur Aceh yang diwakili Robby Irza mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh, konektivitas menjadi salah satu fokus utama karena memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Konektivitas bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menyangkut akses ekonomi, pelayanan publik, dan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat Aceh," ujar Robby.
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Aceh telah memiliki sejumlah armada penyeberangan yang dioperasikan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Di antaranya KMP Aceh Hebat 1 pada lintasan Calang-Sinabang, serta KMP Aceh Hebat 2 pada lintasan Ulee Lheue-Balohan Sabang, dan KMP Aceh Hebat 3 yang melayani rute Singkil-Pulau Banyak.
Lebih lanjut, Robby menekankan, bahwa pengelolaan aset daerah, termasuk kapal penyeberangan, harus dilakukan secara profesional dan produktif.
Sehingga tidak hanya memberikan pelayanan publik yang optimal, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kami ingin agar aset yang dimiliki Pemerintah Aceh dapat dikelola secara optimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata Robby.
Baca juga: KMP Aceh Hebat 1 Tiba dengan Selamat di Sinabang, Pemkab Simeulue Bagikan Logistik untuk Penumpang
Pentingnya Penyesuaian Pola Operasional
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, T Faisal mengatakan, bahwa kelanjutan kerja sama pengelolaan kapal itu harus memberikan dampak luas.
Katanya, kehadiran KMP Aceh Hebat 1 tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi di wilayah kepulauan.
"Transportasi penyeberangan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat kepulauan. Dengan layanan yang baik dan terjadwal, aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan sektor pariwisata bisa tumbuh," kata Kadishub.
Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian pola operasional kapal sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama pada periode lonjakan penumpang seperti akhir pekan dan musim libur.
"Simeulue ini salah satu destinasi wisata unggulan. Saat akhir pekan biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang," ujarnya.
"Kami minta pola operasi kapal bisa menyesuaikan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik," ujar Faisal.
Faisal berharap, operasional KMP Aceh Hebat 1 ke depan semakin optimal dalam melayani mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat selatan Aceh, khususnya Simeulue dan wilayah sekitarnya.
Sedangkan Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Theodore Natalianto Lasse, menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi laut bagi masyarakat.
"Pelayanan transportasi merupakan kebutuhan masyarakat dalam menghubungkan berbagai wilayah. ASDP hadir dan akan terus berupaya meningkatkan layanan yang ada," ujar Rio.
Rio menegaskan, pihaknya akan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Aceh dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kami akan terus menjaga kepercayaan ini, memberikan layanan terbaik, serta merawat kapal dengan baik. Dalam kurun waktu perjanjian ini, kami berharap dapat memenuhi bahkan melebihi ekspektasi dari Pemerintah Aceh dan masyarakat," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ASDP-dan-Kadishub-teken-kerja-sama.jpg)