Sabtu, 25 April 2026

Aceh Timur

Nek Ramlah di Aceh Timur Ditemukan Meninggal Terapung di Sungai, Setelah Lima Jam Pergi dari Rumah

Tak lama berselang, warga mengenali korban sebagai Ramlah. Keluarga korban yang rumahnya tak jauh dari lokasi langsung

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
for serambinews
Personel Polres Aceh Timur bersama warga saat mengevakuasi Ramlah lansia pengidap pikun yang tenggelam di sungai ke rumah duka di Idi Rayeuk, Jum'at (11/4/2026). 

Tak lama berselang, warga mengenali korban sebagai Ramlah. Keluarga korban yang rumahnya tak jauh dari lokasi langsung 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata |  Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Seorang lansia bernama Ramlah (72), pengidap pikun ditemukan meninggal dunia, dengan kondisi terapung di aliran sungai Idi Rayeuk Dusun Bengkel, Gampong Jawa. Jasad Ramlah ditemukan pada Jum'at (10/4) pada sore pukul 16.00 WIB.

Kasatpol Airud Polres Aceh Timur, AKP Ade Candra, S.H., M.H., menjelaskan penemuan mayat itu berawal dari kecurigaan seorang warga bernama Musriful

Saksi melihat tubuh seseorang terapung terbawa arus. Tanpa pikir panjang, ia langsung menceburkan diri ke sungai untuk memberikan pertolongan.

"Setelah itu saksi loncat ke sungai dan menyelamatkan jasad Ramlah ke darat," tuturnya.

Tak lama berselang, warga mengenali korban sebagai Ramlah. Keluarga korban yang rumahnya tak jauh dari lokasi langsung datang ke tempat kejadian.

Korban kemudian diangkat ke darat. Namun nahas, korban diduga sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah selanjutnya dibawa pihak keluarga ke rumah duka.

"Memperoleh informasi tersebut, kami bersama Kapolsek Idi Rayeuk langsung turun ke lokasi yang selanjutnya berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim guna dilakukan penanganan lebih lanjut," ujar Ade Candra.

Disebutkan, dari keterangan anak korban, Jamilah, sebelumnya sang ibu keluar rumah sekitar pukul 11.00 WIB. Namun hingga berjam-jam, korban tak kunjung kembali.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, kami mendapat kabar ibu sudah ditemukan di sungai,” katanya.

Menurut Jamilah, korban selama ini dalam kondisi pikun dan biasanya tidak dibiarkan keluar rumah sendirian, Ramlah biasanya selalu dalam pengawasan ketat keluarga. 

Namun saat hari kejadian Ramlah diketahui hilang dan keluarga mencari-cari, hingga mendapatkan kabar ditemukan terapung di sungai Idi.  

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved