Senin, 13 April 2026

Banjir Landa Aceh

Pusat Anggarkan Rp 80 Miliar Bangun Jembatan Weh Porak

Proyek infrastruktur tersebut juga dilengkapi jalan pendekat sepanjang 20 meter, dengan total anggaran pembangunan sekitar Rp 80 miliar

Editor: mufti
for serambinews/IST
TINJAU LOKASI JEMBATAN - Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud, meninjau lokasi pembangunan jembatan Weh Porak di Kecamatan Pinto Rime Gayo, Bener Meriah, Minggu (12/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah pusat akan membangun jembatan Weh Porak di Kecamatan Pinto Rime Gayo, Bener Meriah
  • Proyek infrastruktur tersebut juga dilengkapi jalan pendekat sepanjang 20 meter, dengan total anggaran pembangunan sekitar Rp 80 miliar 
  • HRD mengatakan, pembangunan jembatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas jalur lintas tengah Aceh, khususnya dalam mendukung mobilitas kendaraan berat

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pemerintah pusat akan membangun jembatan Weh Porak di Kecamatan Pinto Rime Gayo, Bener Meriah, dengan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter.

Proyek infrastruktur tersebut juga dilengkapi jalan pendekat sepanjang 20 meter, dengan total anggaran pembangunan sekitar Rp 80 miliar.

Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud (HRD), mengatakan, pembangunan jembatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas jalur lintas tengah Aceh, khususnya dalam mendukung mobilitas kendaraan berat.

“Jembatan ini menggunakan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter. Selain itu, akan dilakukan penyesuaian geometrik jalan agar kendaraan besar, termasuk truk kontainer, dapat melintas dengan lancar,” kata Ruslan saat meninjau lokasi, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, spesifikasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan jalur distribusi logistik dari wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah menuju lintas timur dan wilayah lainnya.

Saat ini, pembangunan jembatan Weh Porak sudah memasuki tahap awal, yakni pengerjaan pondasi sebagai dasar konstruksi utama. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026, sehingga dapat segera difungsikan sebagai jalur penghubung antarwilayah.

Ruslan menjelaskan, meski berada pada ruas jalan daerah, pembangunan jembatan tetap ditangani pemerintah pusat mengingat perannya yang strategis dalam jaringan transportasi regional.

Selain jembatan Weh Porak, pemerintah juga merancang pembangunan jembatan lain di kawasan tengah Aceh, seperti jembatan Enang-Enang yang saat ini masih dalam tahap desain. Proyek tersebut direncanakan mulai konstruksi pada periode 2027-2029 sebagai bagian dari pengembangan jalan nasional.

Sementara itu, pembangunan jembatan di Simpang Lancang juga akan menggunakan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter dengan jalan pendekat 10 meter, dengan nilai anggaran sekitar Rp 55 miliar.(am)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved