Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Fokus Peningkatan SDM dan Lingkungan, Banda Aceh Siapkan Arah Pembangunan 2027

“Program RKPD 2027 kita susun berdasarkan capaian 2025 dan 2026. Ke depan, kita juga menargetkan peningkatan kualitas SDM, penurunan stunting, dan...

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Indra Wijaya
TEKEN BERITA ACARA - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal bersama Ketua DPRK Banda Aceh menandatangani dokumen pada pembukaan Musrenbang RKPD 2027 di Balai Kota Banda Aceh, Senin (13/4/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mematangkan arah pembangunan untuk tahun 2027 dengan berlandaskan capaian yang telah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

Fokus utama pembangunan ke depan diarahkan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), penurunan angka stunting, serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Hal itu dikatakan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal saat membuka Musrenbang RKPD 2027 dengan tema “Peningkatan Layanan Infrastruktur Dasar dan Optimalisasi Sumber Daya serta Memperkuat Kemitraan Pembangunan” di Aula Balai Kota Banda Aceh, Senin (13/4/2026).

“Program RKPD 2027 kita susun berdasarkan capaian 2025 dan 2026. Ke depan, kita juga menargetkan peningkatan kualitas SDM, penurunan stunting, dan pengelolaan lingkungan yang lebih optimal,” kata Illiza.

Ia menyebutkan, pembangunan SDM menjadi prioritas utama, terutama melalui sektor pendidikan.

Pemerintah terus mendorong pemberian beasiswa bagi masyarakat serta peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan, termasuk untuk pelaku UMKM.

Selain itu, intervensi terhadap persoalan stunting juga menjadi perhatian serius, bersamaan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi seperti pasar pangan murah dan daging bersubsidi.

Di sektor lingkungan, Pemko Banda Aceh berupaya mengubah paradigma pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomi.

Sampah diharapkan tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Ke depan, sampah bisa diolah menjadi produk bernilai, sehingga residu yang dibuang ke TPA semakin berkurang,” ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Dorong Peralihan Sistem TPA dan Penguatan Pengolahan Sampah

Pemerintah Kota Banda Aceh kata Illiza, mencatat adanya penurunan angka kemiskinan pada tahun 2026.

Capaian tersebut diharapkan tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan melalui berbagai program strategis yang telah dan akan dijalankan ke depan.

Konsep “kota kolaborasi” pun terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

Salah satu contohnya adalah program pangan murah yang dijalankan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia, termasuk dalam penguatan sistem pembayaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved