Rabu, 15 April 2026

Berita Banda Aceh

MPU Aceh Tingkatkan Sinergi dengan MPU Kabupaten/Kota

Pimpinan MPU, kata dia, sejak awal berkomitmen untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Rianza Alfandi
MENYERAHKAN CENDERA MATA – Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali alias Abu Sibreh, menyerahkan cendera mata kepada Wagub Aceh Fadhlullah usai membuka Rakor MPU se-Aceh, yang berlangsung di Aula Tgk H. Abdullah Ujong Rimba, Komplek MPU Aceh, Selasa (14/4/2026). 

Dalam kesempatan itu, Abu Sibreh juga berharap dukungan dari pemerintah Aceh, khususnya Wakil Gubernur, untuk menyampaikan kepada kepala daerah di kabupaten/kota agar menghargai dan menjaga netralitas pimpinan MPU.

“Kami sangat berharap Pak Wagub bisa menyampaikan kepada bupati dan wali kota agar bersyukur jika pimpinan MPU bersikap netral,” katanya.

Lebih lanjut, Abu Sibreh menegaskan bahwa penguatan sinergi ini tidak hanya berorientasi pada kelembagaan, tetapi juga pada peningkatan peran dalam membina umat, termasuk menghadapi berbagai tantangan sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan pornografi.

“Jadi setiap tahun kita lakukan rapat koordinasi agar sejalan, bukan hanya diprovinsi tapi juga di tingkat kabupaten/kota,” pungkasnya.

Peran Ulama Sangat Krusial

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menilai MPU memiliki kedudukan penting dalam sistem pemerintahan Aceh. 

Tidak hanya sebagai lembaga pemberi pertimbangan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai syariat Islam dan penuntun moral masyarakat.

“Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga keteladanan dan bimbingan. 

Di sinilah peran ulama menjadi sangat krusial sebagai penyejuk dan pemersatu,” ujarnya.

Ia juga menilai tema rakor MPU sangat relevan dengan kondisi saat ini. 

Kekhususan Aceh, kata Wagub, bukan sekadar status administratif, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fadhlullah juga berharap forum tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan MPU, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga setiap kebijakan dan rekomendasi yang dihasilkan benar-benar selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wagub berharap rakor MPU se-Aceh tahun 2026 tersebut dapat melahirkan gagasan dan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan keumatan ke depan.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Koordinasi Majelis Permusyawaratan Ulama se-Aceh Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved