Rabu, 15 April 2026

Abdya

Wabup Abdya Zaman Akli: Peran Dayah Sangat Penting Dalam Menjaga Marwah Aceh

Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli menyebutkan, peran dayah dan pesantren sangat penting dalam menjaga...

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/MASRIAN MIZANI
HUT KE-24 ABDYA - Wakil Bupati Zaman Akli membuka Perlombaan Dalail Khairat antar Pesantren dalam rangka memeriahkan HUT Ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Selasa malam (14/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Zaman Akli menegaskan dayah dan pesantren berperan penting menjaga marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah.
  • Ia menyebut lembaga tersebut menjadi pilar syariat, budaya, dan pembentukan karakter serta benteng moral generasi muda.
  • Lomba Dalail Khairat dinilai sebagai upaya memperkuat syiar Islam dan membentuk generasi berakhlak serta kuat secara spiritual.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli menyebutkan, peran dayah dan pesantren sangat penting dalam menjaga marwah Aceh sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah.

Hal itu disampaikan Zaman Akli saat membuka Perlombaan Dalail Khairat antar pesantren dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Abdya.

Kegiatan itu dilaksanakan di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Selasa malam (14/4/2026).

Zaman Akli mengatakan, dayah dan pesantren berperan krusial sebagai penjaga pilar syariat, kebudayaan, dan tradisi Islam di Aceh, sekaligus menjadi benteng moralitas melalui pendidikan karakter. 

"Dayah berfungsi sebagai lembaga pendidikan, agen perubahan sosial, dan mediator perdamaian, serta berperan strategis menjaga stabilitas sosial dan kedaulatan nilai keislaman di era modernisasi," kata Akli.

Ia menyebutkan, kegiatan lomba Dalail Khairat bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-24 Kabupaten Abdya, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat syiar Islam melalui program Peukong Agama, demi membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Baca juga: Dandim Abdya Imbau Warga Tetap Tenang Sikapi Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG

Akli mengatakan, dalam rentang waktu 24 tahun tersebut, Kabupaten Abdya telah melalui berbagai dinamika pembangunan, tantangan, dan perubahan zaman. 

"Namun satu hal yang harus tetap kita jaga dan perkuat adalah identitas kita sebagai daerah yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pembangunan yang kita lakukan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental spiritual masyarakat," ucapnya.

Perlombaan Dalail Khairat ini, kata Akli, memiliki makna yang sangat dalam. Dalail Khairat bukan hanya sekadar lantunan shalawat, tetapi merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah.

"Di dalamnya terkandung doa, harapan, asma Allah, serta upaya mendekatkan diri kepada-Nya," tutur Akli.

Menurutnya, saat santri melantunkan Dalail Khairat dengan penuh penghayatan, sesungguhnya mereka sedang membangun benteng akhlak dan keimanan dalam diri mereka.

"Inilah yang menjadi bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Abdya, yaitu Peukong Agama," ujarnya.

Program ini, tambah Akli, bukan hanya slogan, tetapi merupakan arah kebijakan nyata untuk memperkuat kehidupan beragama di tengah masyarakat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved