Berita Banda Aceh
Gerakan Literasi Aceh Diperkuat, Kadisdik Targetkan Lahir 20 Buku Fiksi Karya Guru dan Siswa
Kadisdik Aceh ingin rerata skor mapel bahasa Indonesia siswa-siswi Aceh pada TKA 2026 meningkat, minimal pada angka 75 dari skala 100.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
Kadisdik Aceh ingin rerata skor mapel bahasa Indonesia siswa-siswi Aceh pada TKA 2026 meningkat, minimal pada angka 75 dari skala 100.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH- Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh terus memperkuat budaya literasi di kalangan guru dan siswa melalui Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan guru bahasa Indonesia jenjang SMA dan SMK di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/4/ 2026) di Oproom Dinas Pendidikan Aceh ini dibuka secara resmi oleh Kadisdik Aceh, Murthalamuddin SPd, MSP dengan fokus utama mendorong peningkatan minat baca dan kemampuan memahami teks di kalangan siswa.
FGD ini merupakan respons Kadisdik Aceh atas belum begitu menggembirakannya capaian rerata skor siswa-siswi Aceh untuk mata pelajaran bahasa Indonesia pada tes kemampuan akademik (TKA) tahun lalu yang hanya 50,67.
Kadisdik Aceh ingin rerata skor mapel bahasa Indonesia siswa-siswi Aceh pada TKA 2026 meningkat, minimal pada angka 75 dari skala 100.
Baca juga: 4 Siswa Aceh Raih Prestasi Nasional di FLS3N, Plt Kadisdik Murthalamuddin : Anak Aceh Mampu Bersaing
FGD 3,5 jam ini difasilitasi oleh pegiat literasi Aceh yang juga jurnalis, Yarmen Dinamika, dan dihadiri oleh kalangan perguruan tinggi.
Dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universias Syiah Kuala (USK) hadir Drs Mukhlis A. Hamid MHum dan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh hadir ketua prodinya, Wahidah Nasution MPd.
Hadir jugq Nurmasyitah SPd mewakili Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh.
Dalam arahannya, Murthalamuddin MSP menekankan pentingnya menghadirkan program konkret yang mampu mengintegrasikan literasi ke dalam budaya sekolah. Termasuk koleksi pustaka sekolah yang merangsang minat baca siswa.
Ia menyebutkan bahwa literasi tidak cukup hanya sebatas kegiatan membaca, tetapi juga harus menjadi gerakan yang terstruktur dan berkelanjutan.
"Literasi harus dibangun sebagai ekosistem, bukan sekadar aktivitas tambahan di sekolah, bahkan bisa dijadikan budaya di sekolah," ujar Murthalamuddin.
Salah satu target yang dicanangkan pasca-FGD itu adalah lahirnya minimal 20 buku fiksi karya penulis lokal yang dapat diedarkan di perpustakaan sekolah se-Aceh.
Upaya penulisan dan penerbitan buku ini koordinatornya dipercayakan kepada Fatimah MPd, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota Banda Aceh, sekaligus guru bahasa Indonedia di SMAN 3 Banda Aceh.
Murthala memberi batas waktu (deadline) penulisan buku tersebut hanya dua bulan dan akan dikawal serta diedit oleh Yarmen Dinamika selaku Pembina Forum Aceh Menulis (FAMe).
| Ramai Warga di Banda Aceh Diperas Komplotan via MiChat, Modus Open BO, Satpol PP Dalami Kasus |
|
|---|
| Terungkap, Penipuan & Pemerasan via MiChat Marak di Banda Aceh, Korban Malu Melapor, Begini Modusnya |
|
|---|
| 14 Mahasiswa USM Akhiri PPL-KKN Internasional di Malaysia, Dijemput Warek |
|
|---|
| IKAT Aceh Sorot Pergub Tentang Pembatasan JKA, Minta untuk Dikaji Ulang |
|
|---|
| Pimpinan DPRA Sorot Sistem Buka Tutup di Jembatan Kutablang, Yah Fud: Harus Ditata Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kadisdik-Murthala-1504.jpg)