Berita Gayo Lues
Profil H Muhammad Rauh, Dari Pengayuh Becak ke Kursi DPRK Gayo Lues
H Muhammad Rauh adalah potret nyata tentang bagaimana kerja keras, keteguhan, dan kejujuran mampu mengubah jalan hidup seseorang.
Sejak saat itu, dukungan masyarakat tak pernah surut.
Dari satu pemilihan ke pemilihan berikutnya, namanya tetap hadir dan dipercaya, hingga pada Pemilihan Legislatif 2024 ia kembali terpilih untuk masa jabatan hingga 2029.
Namun, di tengah riuhnya politik yang kerap dipenuhi janji, Rauh memilih jalan yang tidak biasa.
Ia menolak menjadikan janji sebagai alat meraih simpati. Baginya, janji justru bisa menjadi beban yang mengikat di masa depan. Ia lebih percaya pada kekuatan komunikasi yang jujur dan terbuka.
Baca juga: RSUD Gayo Lues Kekurangan Dokter Spesialis dan Ambulans, Dampak Bencana Hidrometeorologi
“Kalau kita berjanji, itu yang menyandra kita di kemudian hari. Lebih baik komunikasi terbuka dan jujur,” ujarnya sebuah prinsip yang bukan hanya diucapkan, tetapi dijalankan.
Di balik sosoknya yang tegar, ada figur penting yang selalu setia berdiri di sampingnya: sang istri, yang akrab disapa Buk Ida H Rauh.
Ia bukan sekadar pendamping hidup, melainkan sosok wanita tangguh yang menjadi penopang dalam setiap fase perjalanan baik saat suka maupun duka.
Dalam diamnya, Buk Ida menjadi kekuatan yang menjaga keseimbangan langkah Rauh, menguatkan disaat lelah, dan menemani dalam setiap perjuangan.
Dari sisi pendidikan, Rauh mengawali langkahnya di SD Negeri Rikit Gaib, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Rikit Gaib sebelum menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri Blangkejeren.
Ia kemudian menempuh pendidikan di SMA Dwi Warna Medan Teladan, dan melanjutkan ke perguruan tinggi hingga meraih gelar sarjana.
Perjalanan hidup H. Muhammad Rauh bukan sekadar kisah tentang kesuksesan, melainkan tentang keberanian untuk bertahan, berjuang, dan tetap jujur di tengah godaan.
Dari seorang remaja yang mengayuh becak demi menyambung hidup, hingga menjadi tokoh politik yang dipercaya masyarakat, ia membuktikan satu hal sederhana namun kuat: bahwa kerja keras yang disertai kejujuran akan selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan. (*)
| Limbah Diduga Cemari Air Sungai Kuala Tripe, Warga Mengeluh, Gakkum Diminta Bertindak Tegas |
|
|---|
| Muscab PKB Gayo Lues 2026, Momentum Perkuat Soliditas dan Panaskan Mesin Politik |
|
|---|
| Sikapi Cuaca Ekstrem, BPJN Aceh Siagakan Alat Berat di Lokasi Rawan Longsor |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Melanda, Warga Putri Betung Galus Was-was Bencana Longsor |
|
|---|
| RSUD Gayo Lues Kekurangan Dokter Spesialis dan Ambulans, Dampak Bencana Hidrometeorologi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RAUH19.jpg)