Rabu, 22 April 2026

Opini

Membangun Aceh yang Berkelanjutan Sejalan dengan Central Place Theory

Di Indonesia, teori ini menjadi fondasi utama dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK serta Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh. 

Terakhir, Aceh perlu mengintegrasikan CPT dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Sejumlah wilayah seperti Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Besar masih menunjukkan capaian SDGs yang relatif rendah. Penataan hierarki pusat pelayanan secara sistematis akan membantu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 6,6 persen pada 2029 dapat dirasakan secara merata.

Christaller mengajarkan bahwa kota tidak berdiri sendiri; ia hadir untuk melayani wilayah di sekitarnya. Jika Aceh ingin bangkit secara berkelanjutan, maka penataan ulang hierarki pusat-pusat pelayanan menjadi keharusan. Tidak boleh ada satu pun desa yang tercecer dari jangkauan layanan. Bencana harus dijadikan momentum untuk membangun tata ruang yang lebih tangguh.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah teori ini relevan, melainkan apakah kita memiliki kemauan politik untuk menerapkannya secara konsisten.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved