Rabu, 22 April 2026

Berita Bireuen

Dosen UNISAI Samalanga Berhasil Mempertahankan Disertasinya Raih Gelar Doktor

Sidang akademik dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Eka Sri Mulyani, M.A., Ph.D yang juga Direktur pascasarjana UIN Ar-raniry.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
Sidang - Tgk Azmi Yudha Zulfikar salah seorang dosen UNISAI Samalanga dan juga alumni Dayah MUDI, Selasa (21/4/2026) berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka gedung pasca sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • Tgk Azmi Yudha Zulfikar salah seorang dosen Universitas Islam Al Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga dan juga alumni Dayah MUDI, Selasa (21/4/2026) berhasil mempertahankan disertasinya
  • Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Muntasir A. Kadir, M.A (penguji eksternal Guru Besar Unimal Lhokseumawe), Dr. Teuku Zulkhairi, M.Ag, Dr. Marzuki, M.Si, dan Dr. Silahuddin, M.Ag.
  • Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan melibatkan 15 alumni dari tiga dayah besar di Aceh

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Tgk Azmi Yudha Zulfikar salah seorang dosen Universitas Islam Al Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga dan juga alumni Dayah MUDI, Selasa (21/4/2026) berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka gedung pasca sarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Disertasinya Analisis Salafiyah Kompetensi Lulusan Dayah Era Globalisasi dipresentasikan dalam sidang akademik. 

Sidang akademik dipimpin oleh Ketua Sidang Prof.  Eka Sri Mulyani, M.A., Ph.D yang juga Direktur pascasarjana UIN Ar-raniry. 

Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Muntasir A. Kadir, M.A (penguji eksternal Guru Besar Unimal Lhokseumawe), Dr. Teuku Zulkhairi, M.Ag, Dr. Marzuki, M.Si, dan Dr. Silahuddin, M.Ag. 

Sementara itu, penelitian ini dibimbing oleh dua promotor, yakni Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, M.A dan Prof. Dr. Muhammad AR, M.Ed.

Baca juga: Alumni MUDI dan Dosen UNISAI Samalanga Dominasi Penulisan Buku Aceh 2026

Tgk Helmi Abubakar selaku Humas MUDI kepada Serambinews.com mengatakan, dalam paparannya, Tgk. Azmi Yudha Zulfikar menjelaskan bahwa globalisasi telah membawa perubahan sosial yang kompleks, mulai dari derasnya arus informasi hingga pergeseran nilai dan otoritas keagamaan. 

Kondisi ini, menurutnya, menuntut kehadiran figur yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kemampuan membaca realitas sosial secara bijak. 

“Lulusan dayah salafiyah memiliki posisi strategis dalam konteks ini. 

Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga sebagai rujukan moral di tengah dinamika masyarakat modern,” ujar Tgk Azmi. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan melibatkan 15 alumni dari tiga dayah besar di Aceh, yakni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, dan Dayah Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Bireuen

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara interpretatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi lulusan dayah salafiyah dibentuk melalui tiga pilar utama, yakni penguasaan kitab kuning, internalisasi nilai adab dan akhlak, serta disiplin keagamaan yang kuat. 

Ketiga aspek ini melahirkan kapasitas keilmuan yang tidak hanya mendalam secara tekstual, tetapi juga kontekstual dalam menjawab persoalan masyarakat. 

Lebih jauh, lulusan dayah juga terbukti mampu menjalankan peran sosial-keilmuan di berbagai sektor. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved