Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima

Ini adalah wujud perhatian Presiden RI dan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses infrastruktur yang mumpuni

Editor: mufti
for serambinews/IST
MULAI DIBANGUN – Personel TNI-AD mulai membangun Jembatan Aramco yang menghubungkan Gampong Buloh dengan Gampong Dayah Reubee, Kecamatan Delima, Pidie, Selasa (21/05/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Jembatan Aramco yang menghubungkan Gampong Buloh dengan Gampong Dayah Reubee resmi dimulai
  • Pembangunan jembatan ini adalah titik ketiga pembangunan jembatan serupa di wilayahnya
  • Ini wujud perhatian Presiden RI dan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses infrastruktur yang mumpuni," ABDUL HADI, Dandim 0102/Pidie

Ini adalah wujud perhatian Presiden RI dan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses infrastruktur yang mumpuni," ABDUL HADI, Dandim 0102/Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Mobilitas warga dan distribusi hasil tani di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, segera memasuki babak baru. Pembangunan Jembatan Aramco yang menghubungkan Gampong Buloh dengan Gampong Dayah Reubee resmi dimulai pada Selasa (21/05/2026).

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi mengatakan, pembangunan jembatan ini adalah titik ketiga pembangunan jembatan serupa di wilayahnya. Hal ini merupakan respons pemerintah terhadap rusaknya infrastruktur pedesaan akibat banjir.

"Sebelumnya sudah terealisasi di Geumpang dan Trienggadeng Pidie Jaya. Sekarang di Kecamatan Delima. Ini adalah wujud perhatian Presiden RI dan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses infrastruktur yang mumpuni," ujar Dandim.

Sementara Dansatgas Pembangunan Jembatan, Kapten Czi Abdul Haris menyebutkan, jembatan yang akan dibangun memiliki spesifikasi, yaitu dengan panjang 13 Meter dan Lebar 4 Meter. Selain itu, konstruksi Dilengkapi tiga lubang olo (plat konstruksi utama) sebagai penyangga beban.

“Pengerjaan proyek ini mengedepankan sinergi antara personel TNI dan masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, pembangunan diharapkan bisa rampung lebih cepat agar segera bisa dinikmati manfaatnya,” urainya.

Usman, warga Gampong Buloh Reubee mengaku, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan solusi atas hambatan transportasi yang masyarakat alami bertahun-tahun, bahkan pasca bencana banjir, terutama saat musim penghujan.

"Kami sangat bersyukur. Selama ini sulit melintas kalau sedang banjir. Terima kasih Bapak Presiden dan TNI Angkatan Darat. Dengan jembatan ini, angkut hasil panen jadi lebih cepat dan mudah," ungkap Usman dengan nada haru.

Pembangunan strategis di bawah wilayah teritorial Kodim 0102/Pidie ini diawali dengan prosesi peletakan batu pertama dan tradisi peusijuek. Ritual adat Aceh ini dilakukan sebagai bentuk doa agar pembangunan berjalan lancar serta membawa berkah bagi seluruh masyarakat.

Kehadiran jembatan ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses pendidikan dan sosial, tetapi juga menjadi urat nadi utama yang memutar roda perekonomian petani di Pidie. Hadir dalam acara tersebut unsur Muspika Kecamatan Delima, tokoh masyarakat, serta juga aparatur gampong.(ran)

Buka Akses Jalan

Kodim 0117/Atam menetapkan jalan tembus dari Kampung Sukamakmur ke Balingkarang sebagai target sasaran TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 128/2026.

Dua kampung yang berada di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang ini sejak lama butuh perhatian serius untuk menunjang aktivitas perekonomian di daerah itu.

Dandim 0117/Atam, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya menyampaikan TMMD ke 128 ini secara efektif akan dimulai pada Rabu (22/6/2026). “Dijadwalkan akan dibuka tanggal 22 April,” kata dia melalui Pasiter Kapten Inf Nazar, Selasa (21/4/2026).

Nazar melanjutkan upacara pembukaan ini akan dilangsungkan di lapangan Kampung Sulum, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. Upacara akan diisi dengan peninjauan lokasi pengerjaan oleh Forkopimda Aceh Tamiang.

Disampaikan TMMD ke 128 ini menetapkan dua sasaran, yakni dan fisik dan nonfisik. Untuk fisik di antaranya merupakan pembangunan jembatan dan pembangunan jalan tembus dari Kampung Sukamakmur ke Balingkarang.

Sementara sasaran nonfisik meliputi sejumlah kegiatan sosial, di antaranya sosialisasi bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, pertanian dan penanggulangan banjir. Melalui program ini TNI ingin menguatkan komitmen kemangunggalannya kepada masyarakat.(mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved