Rabu, 29 April 2026

Berita Banda Aceh

Relaunching AMANAH,  Aceh Bidik Peran Global di Industri Kreatif

AMANAH Aceh resmi diluncurkan ulang pada Kamis (23/4/2026) di Gedung Amanah, Ladong, Aceh Besar.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
RELAUNCHING AMANAH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf saat berbicara dalam relaunching AMANAH pada Kamis (23/4/2026), di Gedung Amanah, Ladong, Aceh Besar. 
Ringkasan Berita:
  • AMANAH Aceh resmi diluncurkan ulang pada Kamis (23/4/2026) di Gedung Amanah, Ladong, Aceh Besar.
  • Relaunching ini menegaskan peran AMANAH sebagai pusat kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat industri kreatif Aceh, dengan fokus pada hilirisasi produk lokal, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekosistem bisnis kreatif.
  • Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan kerja baru, dan membawa Aceh berperan di tingkat nasional hingga global.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – AMANAH Aceh dilakukan peluncuran ulang atau relaunching pada Kamis (23/4/2026), di Gedung Amanah, Ladong, Aceh Besar.

Relaunching ini jadi meomentum untuk penguatan peran AMANAH sebagai pusat kolaborasi mulai menunjukkan arah konkret dalam mendorong pengembangan industri kreatif di Aceh.

Setelah momentum relaunching, berbagai langkah strategis diarahkan untuk memastikan program berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya yang hadir dalam re-launching menyampaikan, bahwa pengembangan sektor ini selaras dengan agenda nasional.

“Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ketiga, menekankan pentingnya peningkatan tenaga kerja berkualitas melalui pengembangan industri kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, industri kreatif menjadi sektor strategis karena berbasis keterampilan yang harus terus dikembangkan. 

“Dengan penguatan skill, sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Syech Muharram Dukung Pengembangan Talenta Muda di AMANAH, Dorong Pengelolaan Optimal

Sejalan dengan itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan, bahwa pemanfaatan Gedung AMANAH kini difokuskan sebagai pusat aktivitas bersama lintas sektor.

“Fasilitas ini harus dimaksimalkan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas kreatif,” ujarnya.

Mualem menilai, pendekatan berbasis sinergi menjadi langkah efektif dalam menjawab tantangan sosial ekonomi di Aceh.  

“Melalui kolaborasi yang kuat, program-program yang dijalankan diharapkan mampu menekan pengangguran dan kemiskinan secara lebih terarah,” tambahnya.

Dalam pengembangannya, konsep hilirisasi turut menjadi perhatian utama guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.  

“Hilirisasi tidak hanya berlaku di sektor tambang, tetapi juga pada industri kreatif seperti fashion, parfum, film, hingga aplikasi digital yang dapat dikembangkan menjadi produk lokal unggulan,” jelasnya.

Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki menjadi modal penting untuk mendorong Aceh tampil sebagai bagian dari kekuatan industri kreatif global.

Lebih lanjut, AMANAH diarahkan menjadi pusat kurasi ide, inkubasi bisnis, serta penguatan komersialisasi kekayaan intelektual. 

Kolaborasi multipihak terus diperkuat dengan melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas.  

“Sinergi ini penting untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari pembiayaan, pemasaran, hingga perlindungan kekayaan intelektual,” ungkapnya.

Baca juga: Lewat Future Leaders Bootcamp, AMANAH Dorong Anak Muda Aceh Jadi Pemimpin Bisnis Global

Dengan penguatan ekosistem tersebut, program AMANAH kini difokuskan pada perluasan akses pendanaan, peningkatan promosi, serta dorongan ekspor produk kreatif. 

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan investasi sekaligus membuka lapangan kerja baru.  

“Kita optimistis, melalui langkah kolaboratif ini, Aceh dapat memperkuat posisinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di level global,” tutupnya.

Kegiatan relaunching menghadirkan rangkaian program terpadu yang difokuskan pada penguatan kapasitas, inovasi teknologi, serta pengembangan ekonomi kreatif pemuda Aceh dalam rangka mengimplementasikan konsep hilirasi sesuai visi misi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad menyampaikan, bahwa program-program yang dijalankan dirancang untuk menjawab kebutuhan pemuda secara komprehensif, mulai dari peningkatan kompetensi hingga akses pasar.

“AMANAH tidak hanya membina, tetapi juga memfasilitasi agar pemuda mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan memiliki nilai tambah tinggi,” ujarnya.

Pengembangan UMKM dan Transfer Teknologi Di sektor ekonomi, AMANAH menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui transfer teknologi dan pendampingan usaha.

Pelaku usaha muda difasilitasi untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari formulasi, standar produksi, hingga inovasi berbasis teknologi. 

Salah satu contoh adalah pengolahan minyak nilam menggunakan teknologi modern sehingga mampu masuk ke industri kosmetik dan parfum.

Program ini sekaligus mendorong hilirisasi komoditas lokal agar tidak lagi berhenti pada bahan mentah, melainkan berkembang menjadi produk bernilai tinggi.

Fasilitas Terpadu, dari Produksi hingga PemasaranSebagai bagian dari ekosistem yang dibangun, AMANAH menyediakan berbagai fasilitas pendukung, antara lain:

Rumah kemasan untuk meningkatkan kualitas desain dan packaging produk. 

Baca juga: AMANAH Aceh dan BSI Perkuat Kolaborasi Dorong Ekosistem Ekonomi Inklusif bagi Generasi Muda Aceh

Studio fotografi produk guna mendukung pemasaran digital. Rumah produksi dan formulasi untuk kosmetik dan parfum.

Studio kreatif termasuk musik dan konten digital dan Produk Unggulan AMANAH: 

  • Kopi
  • Parfum Nilam
  • Energi Baru Terbarukan (Solar Panel & Kincir Angin)
  • Sepeda Listrik (E-Bike)
  • Konversi Motor Listrik.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved