Berita Banda Aceh
Relaunching AMANAH, Aceh Bidik Peran Global di Industri Kreatif
AMANAH Aceh resmi diluncurkan ulang pada Kamis (23/4/2026) di Gedung Amanah, Ladong, Aceh Besar.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- AMANAH Aceh resmi diluncurkan ulang pada Kamis (23/4/2026) di Gedung Amanah, Ladong, Aceh Besar.
- Relaunching ini menegaskan peran AMANAH sebagai pusat kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat industri kreatif Aceh, dengan fokus pada hilirisasi produk lokal, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekosistem bisnis kreatif.
- Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan kerja baru, dan membawa Aceh berperan di tingkat nasional hingga global.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – AMANAH Aceh dilakukan peluncuran ulang atau relaunching pada Kamis (23/4/2026), di Gedung Amanah, Ladong, Aceh Besar.
Relaunching ini jadi meomentum untuk penguatan peran AMANAH sebagai pusat kolaborasi mulai menunjukkan arah konkret dalam mendorong pengembangan industri kreatif di Aceh.
Setelah momentum relaunching, berbagai langkah strategis diarahkan untuk memastikan program berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya yang hadir dalam re-launching menyampaikan, bahwa pengembangan sektor ini selaras dengan agenda nasional.
“Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ketiga, menekankan pentingnya peningkatan tenaga kerja berkualitas melalui pengembangan industri kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, industri kreatif menjadi sektor strategis karena berbasis keterampilan yang harus terus dikembangkan.
“Dengan penguatan skill, sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Syech Muharram Dukung Pengembangan Talenta Muda di AMANAH, Dorong Pengelolaan Optimal
Sejalan dengan itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan, bahwa pemanfaatan Gedung AMANAH kini difokuskan sebagai pusat aktivitas bersama lintas sektor.
“Fasilitas ini harus dimaksimalkan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas kreatif,” ujarnya.
Mualem menilai, pendekatan berbasis sinergi menjadi langkah efektif dalam menjawab tantangan sosial ekonomi di Aceh.
“Melalui kolaborasi yang kuat, program-program yang dijalankan diharapkan mampu menekan pengangguran dan kemiskinan secara lebih terarah,” tambahnya.
Dalam pengembangannya, konsep hilirisasi turut menjadi perhatian utama guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.
“Hilirisasi tidak hanya berlaku di sektor tambang, tetapi juga pada industri kreatif seperti fashion, parfum, film, hingga aplikasi digital yang dapat dikembangkan menjadi produk lokal unggulan,” jelasnya.
| Tak Miliki Dokumen Lengkap, 37 PMI Ilegal yang Dideportasi dari Malaysia Tiba di Aceh |
|
|---|
| Banda Aceh Perkuat Perang Melawan Narkoba Lewat Sosialisasi untuk Masyarakat |
|
|---|
| DSI Aceh Percepat Transformasi Data Masjid melalui Bimtek SIMASA |
|
|---|
| Pemkab Aceh Besar Integrasikan Pembangunan Berbasis Mitigasi Bencana |
|
|---|
| Perjuangan Tanpa Batas, Tiga Peserta Tunanetra Ikuti UTBK-SNBT 2026 di USK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Relaunching-AMANAH.jpg)