Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

DSI Aceh Tingkatkan Tata Kelola Data Masjid, Admin SIMASA Ikut Bimtek

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21-23 April 2026, di Banda Aceh, dengan diikuti oleh admin SIMASA dari seluruh kabupaten/kota di Aceh

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
FOTO BERSAMA - Plt Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki (kanan) bersama pejabat lain foto bersama disela-sela Bimtek Sistem Informasi Manajemen Masjid Aceh (SIMASA) di Banda Aceh yang digelar selama tiga hari dari 21-23 April 2026.  

Ringkasan Berita:
  • Dinas Syariat Islam Aceh menggelar Bimtek Sistem Informasi Manajemen Masjid Aceh (SIMASA), 21–23 April 2026 di Banda Aceh, diikuti admin dari seluruh kabupaten/kota.
  • SIMASA merupakan aplikasi digital untuk pendataan, verifikasi, dan pemutakhiran data masjid guna mendukung transparansi serta penyaluran bantuan sarana peribadatan.
  • Peserta dibekali materi teknis, termasuk penggunaan GPS, verifikasi lapangan, dan penyusunan laporan agar mampu mendukung transformasi digital layanan keagamaan di Aceh.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola data masjid melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Manajemen Masjid Aceh (SIMASA). 

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21-23 April 2026, di Banda Aceh, dengan diikuti oleh admin SIMASA dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

SIMASA merupakan aplikasi berbasis digital yang dikembangkan oleh Dinas Syariat Islam Aceh untuk mendukung pendataan, verifikasi, dan pemutakhiran informasi mengenai masjid di seluruh Aceh. 

Kehadiran SIMASA diharapkan mampu mewujudkan transparansi dan akurasi data, terutama dalam kaitannya dengan program bantuan sarana peribadatan yang disalurkan Pemerintah Aceh.

Plt Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, SAg MH, dalam sambutannya saat membuka kegiatan, menegaskan pentingnya peran admin SIMASA sebagai ujung tombak keberhasilan sistem tersebut.

Marzuki mengatakan bahwa pada zaman Nabi Muhammad SAW, masjid berfungsi sebagai pusat informasi dan berbagai aktivitas masyarakat muslim.

Baca juga: DSI Aceh Percepat Transformasi Data Masjid melalui Bimtek SIMASA

Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga dimanfaatkan oleh Nabi untuk menyusun dan mengatur strategi perang.

Marzuki juga menambahkan bahwa SIMASA bukan hanya sekadar aplikasi, melainkan sebuah instrumen untuk memastikan bahwa seluruh data masjid dan meunasah di Aceh terkelola dengan baik, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

"Karena itu, kemampuan admin dalam melakukan input, pembaruan, serta verifikasi lapangan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Bimtek ini dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan narasumber dari tim IT Pemerintah Aceh dan Tim Pengembang Aplikasi.

Peserta dibekali materi mulai dari pengenalan sistem, tata cara pengisian dan pembaruan data, hingga aspek teknis verifikasi faktual ke lapangan.

Salah satu sesi menarik adalah praktik langsung penggunaan GPS untuk menentukan titik koordinat lokasi masjid dan meunasah.

Baca juga: DSI Banda Aceh Monitoring Kompetensi Guru Diniyah dan Tahfizh

Peserta diarahkan untuk melakukan simulasi verifikasi ke sejumlah masjid, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan teknis dalam tugas sehari-hari.

Selain itu, peserta juga dilatih menyusun laporan hasil verifikasi faktual sebagai salah satu syarat penting dalam pengusulan bantuan sarana peribadatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved