Selasa, 28 April 2026

Berita Populer

BERITA POPULER - Kisah Pemuda Aceh yang Merajai Peringkat Satu Google, Bantuan Usaha Baitul Mal

kanal Nanggroe diwarnai oleh sederet informasi inspiratif dan program pemberdayaan ekonomi yang menjadi sorotan utama bagi masyarakat Aceh. 

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nurul Hayati
Serambinews
BERITA POPULER - Berikut rangkuman berita populer Serambinews.com dari kanal Nanggroe minggu ini, edisi 20-26 April 2026. 

SERAMBINEWS.COM - Berikut rangkuman berita populer Serambinews.com dari kanal Nanggroe minggu ini.

Terhitung sejak 20-26 April 2026, kanal Nanggroe diwarnai oleh sederet informasi inspiratif dan program pemberdayaan ekonomi yang menjadi sorotan utama bagi masyarakat Aceh

Perhatian pembaca tertuju pada kisah sukses Muhammad Avanda Alvin, pemuda asal Lhokseumawe yang menjadi sosok "pekerja sunyi" di balik layar mesin pencari raksasa Google.

Sebagai pakar SEO yang berhasil merajai peringkat satu Google, kerja keras Alvin kini berbuah manis hingga ia mampu mewujudkan impiannya memiliki mobil legendaris Toyota Supra.

Kabar menggembirakan juga datang dari sektor UMKM, di mana Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar resmi membuka kembali pendaftaran bantuan modal usaha individu tahun 2026.

Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Azwir Anwar, menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk membebaskan masyarakat dari jeratan utang riba.

Para penerima bantuan nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan agar usaha mereka dapat berkembang lebih kuat dan mandiri.

Selain dua berita tersebut, ada sederet informasi lain seputar Aceh yang juga banyak menarik perhatian pembaca selama sepekan terakhir. 

Selengkapnya simak di rangkuman berita populer berikut.

Baca juga: BERITA POPULER - Harga BBM 25 April 2026, Isu Seskab Teddy Ditampar Letjen TNI Djon Afriandi

1. Kisah Alvin, Pemuda Aceh yang Merajai Peringkat Satu Google, Jadi Pakar SEO Wujudkan Mobil Impian

Di balik layar hasil pencarian Google yang setiap hari diakses jutaan orang, ada sosok-sosok pekerja sunyi yang berjuang menjaga kontennya tetap bertengger di posisi teratas.

Muhammad Avanda Alvin, pemuda asal Lhokseumawe menjadi salah satu yang memahami pergerakan dalam dunia digital.

Kini ia membuktikan, jika konsistensi dan ketekunan di dunia digital mampu mengubah nasib.

Saat kecil, Alvin memiliki cita-cita jadi pilot. Tapi ternyata perjalanan hidup membuat hari-harinya membawanya terbang di dalam dunia digital.

Memang, kegagalan itu tidak menghentikan langkahnya. Alvin justru menemukan jalannya sendiri di balik layar mesin pencari.

Perjalanan itu dimulai dari rasa penasaran sederhana saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia kerap mencari tips permainan di internet hingga terpikat dengan website yang selalu muncul di halaman pertama. Dari situlah benih ketertarikan tumbuh.

“Saya berpikir, ini keren. Kenapa tidak coba buat sendiri?” kenangnya.

Dengan keterbatasan akses teknologi saat itu, bahkan sebelum maraknya kecerdasan buatan, Alvin belajar secara otodidak. Ia menelusuri satu per satu pertanyaan di internet, membangun pemahaman dari nol hingga akhirnya mengenal dunia blog dan website secara lebih serius.

Baca selengkapnya.

2. Wali Kota Banda Aceh Lantik 5 Pejabat Termasuk Kepala Bappeda dan Kadiskominfotik, Ini Daftarnya

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh

Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota, pada Senin (20/4/2026).

Adapun pejabat yang dilantik adalah:

1. Ir. Muhammad Zubir, SSiT, MSi sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kadiskominfo)

2. Mohd Ichsan, SSTP, MSi sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP

3. Dedy Fahrian, ST, MT sebagai Kepala Bappeda

4. Ir. Rulli Syahreza, ST, MT sebagai Kepala Dinas PUPR

5. Hendra Gunawan, SHut sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

Baca selengkapnya.

Baca juga: 3 Lowongan Kerja Dibuka Akhir April 2026, Ada Konimex, KAI Services hingga RRI

3. PTSL 2026 Dibuka, Warga Aceh Diajak Segera Daftarkan Tanah Sebelum Timbul Sengketa

Sengketa batas tanah, warisan tertunda, hingga sulitnya pembuktian kepemilikan masih kerap terjadi di masyarakat.

Persoalan ini umumnya berawal dari tanah yang belum terdaftar dan belum memiliki sertipikat yang sah.

Untuk itu, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh mengajak masyarakat memanfaatkan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026.

PTSL merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mempercepat pendaftaran tanah secara serentak dalam satu desa atau gampong, guna memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

Berbeda dengan pengurusan sporadis yang diajukan perorangan, PTSL dilaksanakan secara menyeluruh dalam satu kawasan.

Petugas pertanahan turun langsung ke lapangan mulai dari penyuluhan, pendataan, pengukuran, pemeriksaan berkas, hingga penerbitan sertipikat, sehingga prosesnya lebih terstruktur dan mudah diikuti masyarakat.

Baca selengkapnya.

4. Kisah Tgk Azmi Yudha Alumni MUDI Samalanga Kini Meraih Gelar Doktor, Berawal dari Kesederhanaan

Tgk Azmi Yudha Zulfikar, salah seorang dosen UNISAI dan juga alumni dayah MUDI Samalanga, Selasa (21/4/2026) sukses meraih gelar doktor, setelah dalam sidang di UIN Ar-Raniryberhasil mempertahankan disertasinya berjudul Analisis Salafiyah Kompetensi Lulusan Dayah Era Globalisasi. 

Perjalanan menuntut ilmu tidak selalu dimulai dari ruang-ruang modern dengan fasilitas lengkap.

Bagi sebagian orang, jalan itu justru bermula dari kesederhanaan, dari tikar-tikar dayah, dari kitab-kitab kuning yang dibaca berulang, dan dari bimbingan guru yang diwariskan secara turun-temurun. 

Dari ruang seperti itulah Tgk. Azmi Yudha Zulfikar memulai langkahnya, menapaki jalan panjang hingga akhirnya meraih gelar doktor. 

Pria kelahiran 15 Desember 1982 lalu di Kuala Simpang, merupakan anak kedua dari dua bersaudara, putra pasangan almarhum Mayor Infanteri Azril Oemar dan Hamidah A. Gani.

Riwayat pendidikannya memulai dari taman kanak-kanak di Bogor, kemudian melanjutkan pendidikan dasar di berbagai daerah di Tualang Cut, Pematang Siantar, hingga akhirnya menamatkan SD di Beuracan, Meureudu pada 1995. 

Pendidikan menengah ditempuh di SMPN 2 Meureudu (1998) dan SMAN 1 Meureudu (2001). 

Baca selengkapnya.

Baca juga: Update Hari ke-59 Perang Iran: Diplomasi Dikebut, Trump Buka Jalur Telepon di Tengah Ketegangan

5. Polres Bireuen Berhasil Ungkap Penyebab Dua Remaja Meninggal, Pelaku Diamankan

Aparat penegak hukum dari Satreskrim Polres Bireuen berhasil mengungkap penyebab meninggalnya dua remaja asal Simpang Mamplam, Bireuen, yang ditemukan dalam saluran buangan di kawasan Desa Meunasah Baro, Peudada, pada Minggu (19/4/2026).

Awalnya, kejadian tersebut diduga sebagai kecelakaan tunggal.

Namun setelah dilakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan, ditemukan adanya unsur pidana.

Kedua korban diduga mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka kendarai ditendang oleh pengendara lain yang diduga sebagai pelaku begal, sehingga terjatuh ke dalam parit.

Dua remaja telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu remaja lainnya yang masih di bawah umur turut dimintai keterangan karena berada di lokasi saat kejadian.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MKom, melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar, S.Sos., M.H., kepada Serambinews.com, Jumat (24/4/2026), menyampaikan bahwa kasus tersebut bukan murni kecelakaan tunggal, melainkan terdapat unsur pidana.

Baca selengkapnya.

6. Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Usaha Individu Tahun 2026, Dibuka Mulai 22-29 April

Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar kembali membuka pendaftaran program bantuan modal usaha berbasis individu tahun 2026 bagi masyarakat Aceh Besar.

Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Azwir Anwar, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro sekaligus membantu mereka terbebas dari jeratan utang berbasis riba.

“Program ini memberikan stimulus berupa modal usaha kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, agar dapat mengembangkan usahanya,” katanya, Rabu (22/4/2026).

Selain bantuan modal, para penerima nantinya juga akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan usaha agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, proses pengajuan dilakukan dengan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi serta mengisi data secara daring. Selanjutnya, pihak Baitul Mal akan melakukan seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan survei lapangan bagi calon penerima yang dinyatakan lolos.

Baca selengkapnya.

Baca juga: Jalan Penghubung Antar Desa Segera Terbuka, Bukti Nyata TMMD Reg Ke-128 di Pedalaman Aceh Timur

7. Sosok Raja Khatami asal Bireuen, Merintis Bisnis dari Muda Hingga Jatuh Cinta pada Gadis Pidie

DENGAN wajah penuh senyum saat datang, seorang sosok pemuda menyalami satu persatu orang yang duduk di meja sebuah warung kopi di Banda Aceh

Dari penampilannya terlihat keramahanannya pada malam itu. Termasuk gaya bicaranya dengan nada tenang dan tetap mempertahankan ciri khasnya untuk tersenyum.

Gayanya terlihat tenang dan tak meledak-ledak saat bicara. Sekilas bagi yang tak mengenalnya tentu tidak tahu siapa sosok pemuda ini. 

Ternyata ia tak seperti pemuda kebanyakan di usianya dengan Handphone (HP) merk terkenal iPhone yang sibuk bermain game. Enam tahun mondok sambil belajar di MTs.S Darul Ulum dan MAS Darul Ulum Banda Aceh telah membentuk karakternya.

Raja Khatami SH kini sudah berusia 30 Tahun. Pemuda asal Bireuen itu sudah mencapai level yang luar biasa dalam hidupnya meski masih berusia muda. Ia mulai merintis bisnis pada tahun 2014 atau saat ia masih berusia 18 tahun. 

Baca selengkapnya.

8. Polda Aceh Pastikan Kasus Korupsi Beasiswa 2017 Terus Berlanjut

Polda Aceh memastikan penanganan perkara tindak pidana korupsi beasiswa tahun 2017 pada BPSDM Aceh yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) masih terus berlanjut.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan, dalam perkembangan terbaru, hasil penyidikan berkas perkara telah dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dari sejumlah berkas tersebut, dua di antaranya telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh JPU.

“Untuk dua berkas yang sudah lengkap, tersangkanya juga telah diserahkan kepada JPU,” ujar Joko, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, lanjut Joko, beberapa berkas lainnya masih dikembalikan oleh jaksa untuk dilengkapi. Saat ini, penyidik tengah berkoordinasi dengan instansi terkait guna meminta keterangan tambahan dari para saksi demi memenuhi petunjuk jaksa.

“Setelah seluruh petunjuk jaksa dipenuhi, berkas perkara akan segera dikirim kembali,” tambahnya.

Baca selengkapnya.

Baca juga: Jadwal Pencairan Gaji Ke-13 ASN 2026, Dikabarkan Cair Mulai Juni dan Ada Komponen Baru

9. Kasus Dua Remaja Meninggal Dunia di Peudada, Pelaku Sempat Pulang dan Saling WA Berencana Kabur

Dua pelaku yang menyerempet dua remaja asal Simpang Mamplam, Bireuen, pada Minggu (19/4/2026) malam, sempat pulang ke rumah masing-masing setelah kejadian.

Insiden tersebut menyebabkan dua korban meninggal dunia di kawasan Desa Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Bireuen.

Polisi telah mengamankan tiga remaja, yakni M Ml (18) warga Jangka, F Ys (18) warga Peusangan, serta satu remaja di bawah umur berinisial Zr (17) warga Jeumpa yang berperan sebagai saksi kunci.

Kapolres Bireuen melalui Kasat Reskrim, AKP Dedy Miswar, S.Sos., M.H., menyampaikan kepada Serambinews.com, Jumat (24/4/2026), bahwa setelah kejadian para pelaku langsung kembali ke rumah masing-masing.

Sebelum ditangkap, mereka sempat berkomunikasi melalui WhatsApp.

Dalam percakapan tersebut, para pelaku mengaku sedang dicari polisi dan berencana melarikan diri.

Mereka bahkan sempat membahas rencana kabur ke luar daerah, termasuk ke Medan.

Baca selengkapnya.

10. Merantau sejak Usia 14 Tahun, Kembali karena Deportasi

Salah seorang PMI yang dideportasi adalah Firman (39), pria asal Kabupaten Pidie. Dia mengaku sudah merantau ke Malaysia sejak usia remaja. Saat itu ia baru berumur 14 tahun. Karena terhimpit ekonomi, ia memutuskan tidak melanjutkan pendidikan dan memilih berangkat ke Malaysia untuk bekerja.

Ia masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal dengan bantuan seseorang yang dikenalnya dari kampung halaman. Saat pertama tiba di Malaysia, ia bekerja sebagai penjaga toko di kedai milik orang Aceh.

Di sana, ia mendapat upah sebesar 300 hingga 400 ringgit Malaysia (RM). Setelah tiga tahun bekerja, ia kembali ke Aceh untuk mengurus paspor dan visa.

"Lalu saya berangkat lagi dan bekerja serabutan di sana. Karena pendapatan tidak pasti, saya kemudian mendapat tawaran bekerja sebagai sopir mobil lori. Pendapatan saya lumayan, sebulan bisa mencapai 5.000 RM atau sekitar Rp 21.800.000 (Kurs 1 ringgit saat ini Rp 4.360)," kata Firman kepada Serambi.

Ia menceritakan telah bekerja di Malaysia hampir 22 tahun lamanya. Berbagai pengalaman pahit dan manis telah ia rasakan, termasuk berurusan dengan polisi dan petugas keamanan. Kini ia telah menikah dengan seorang perempuan asal Ulee Kareng, Banda Aceh.

Baca selengkapnya.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved