Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bireu

Miris! 37 Siswa SMA/SMK di Bireuen Putus Sekolah, Kacabdin Pesan Begini

37 siswa SMA/SMK di Bireuen dilaporkan putus sekolah, tersebar di sejumlah sekolah seperti SMKN 1 Bireuen, SMAN 1 Juli, dan SMKN 1 Jeumpa.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
for serambinews
SISWA PUTUS SEKOLAH - Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid, SPd, MPd mengungkapkan, sebanyak 37 siswa SMA/SMK di Bireuen dilaporkan putus sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 37 siswa SMA/SMK di Kabupaten Bireuen dilaporkan putus sekolah, tersebar di sejumlah sekolah seperti SMKN 1 Bireuen, SMAN 1 Juli, dan SMKN 1 Jeumpa.
  • Kacabdin Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid, menilai faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab utama sehingga siswa terpaksa berhenti.
  • Ia menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua serta sinergi semua pihak untuk mencegah kasus serupa agar anak tetap bisa melanjutkan pendidikan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 37 siswa tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Bireuen dilaporkan putus sekolah. 

Data ini tersebar pada sejumlah satuan pendidikan di kabupaten tersebut.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • SMKN 1 Bireuen sebanyak 8 siswa
  • SMAN 2 Samalanga 1 siswa
  • SMAN 1 Peudada 5 siswa
  • SMAN 1 Gandapura 1 siswa
  • SMAN 1 Juli 9 siswa
  • SMKN 1 Jeumpa 8 siswa
  • SMAN 1 Kuala 2 siswa
  • SMAN 3 Bireuen 3 orang

Baca juga: Kisah Pilu Nelayan di Peukan Bada: Hidup di Gubuk Reot, Anak-anak Putus Sekolah

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, dugaan kuat menyebut faktor ekonomi keluarga menjadi alasan utama sehingga para siswa tidak mampu melanjutkan pendidikan.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid, SPd, MPd menegaskan, bahwa kasus putus sekolah ini tidak bisa dianggap sepele. 

Menurutnya, banyak siswa sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk menyelesaikan pendidikan.

Namun kondisi ekonomi dan faktor sosial membuat mereka terpaksa berhenti. 

“Masalah ini sepintas sederhana, tetapi sangat serius. Sekolah harus lebih peka terhadap kondisi siswa, terutama yang berasal dari keluarga rentan,” ujarnya.

Hamid menekankan, pentingnya peran kepala sekolah dan guru untuk lebih responsif dalam melihat situasi ekonomi orang tua siswa. 

Baca juga: Kisah Pilu Siswa Aceh Timur yang Nyaris Putus Sekolah, Bupati Al-Farlaky Bantu Biaya & Bangun Rumah

Jika potensi putus sekolah dapat terdeteksi sejak awal, maka langkah penyelamatan bisa segera dilakukan. 

Ia juga menekankan bahwa komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam mencari solusi terbaik. 

“Kami menghimbau agar orang tua tidak malu menyampaikan kondisi sebenarnya kepada pihak sekolah,” urai dia. 

“Jangan dipendam sendiri, karena masih ada jalan penyelamatan yang bisa dilakukan bersama,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved