Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Tak Sekadar Pintar di Kelas, Pelajar Juga Harus Kenal Adat dan Budaya

Remaja usia sekolah harus mengenal adat kebudayaan nusantara, khususnya daerah sendiri.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
(Foto tak terkait dengan berita) EDUKASI - Personel Satlantas Polres Aceh Timur, menghentikan pengendara yang tidak patuh lalu lintas dan memberikan edukasi dalam operasi Keselamatan Seulawah, Selasa (3/2/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Remaja usia sekolah harus mengenal adat kebudayaan nusantara, khususnya daerah sendiri.

Hal ini sangat penting dan mendesak untuk menjaga kelestarian di tengah gempuran budaya asing yang masuk melalui media sosial.

Ketua Yayasan Sekolah Inspirasi Bangsa, Rahmah Nur Rizki khawatir bila tidak dilakukan gerakan bersama kampanye adat dan budaya, maka dalam waktu dekat anak muda tidak kenal dengan identitas daerahnya.

“Hari ini anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan dunia luar melalui media sosial, ini bahaya kalau tidak diimbangi dengan asupan lokal,” kata Rahmah, Sabtu (30/4/2026).

Rahmah menilai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 sebagai momentum tepat untuk menggalakkan program ini. Sekolah Inspirasi Bangsa yang dipimpinnya sudah memulai gerakan ini melalui festival budaya tamiang, kemarin.

Baca juga: Satgas IPDN Akhiri Tugas di Aceh Tamiang, Berikan Dampak Signifikan Pemulihan Pascabanjir Bandang

Menariknya festival ini dilangsungkan di dalam tenda pengungsian yang dijadikan Sekolah Inspirasi Bangsa sebagai kelas darurat. Di dalam tenda ini, para murid menunjukkan aksi lomba pantun, peragaan busana khas melayu dan yang paling menarik presentasi makanan khas melayu.

“Festival ini kami buat memang untuk menyambut Hardiknas, ternyata anak-anak tetap bangga dengan adat kebudayaan melayu,” ungkapnya.

Rahmah mengatakan pemahaman ini memiliki makna sangat luas karena menumbuhkan adaptasi terhadap lingkungan dan masyarakat. Karakter positif ini bagian dari kecerdasan yang tidak didapat pada pelajaran teknis.

Baca juga: Laga Penutup Liga 2, Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan Berakhir 1-1

“Pendidikan itu bukan sekadar pintar di sekolah, anak-anak juga harus mampu beradaptasi di lingkungan. Makanya kami memberikan kesempatan anak-anak menjadi motivator untuk anak sebaya,” kata dia.

Motivasi ini bagian dari program edukasi dan mitigasi bencana yang akan dijalankan Sekolah Inspirasi Bangsa mulai besok. Ditargetkan ada 20 sekolah yang akan dikunjungi para motivator muda. (mad)

Baca juga: Catatan Kritis Pendidikan Indonesia pada Hardiknas 2026

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved