Banda Aceh
Pengusaha Aceh Didorong Naik Kelas, JAPNAS Bidik Peran Strategis Nasional
Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (PW JAPNAS) Aceh menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) I di Muraya Hotel Aceh...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- JAPNAS Aceh menggelar Rakorwil I untuk memperkuat sinergi pengusaha menuju Indonesia Emas.
- Kegiatan ini mendorong kolaborasi usaha serta peran pengusaha dalam rantai pasok program nasional seperti Makan Bergizi Gratis.
- Pengusaha Aceh juga didorong memanfaatkan potensi sumber daya alam dan memperkuat kemitraan agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (PW JAPNAS) Aceh menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) I di Muraya Hotel Aceh, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Membangun Aceh Menuju Indonesia Emas,” ini diselenggarakan sebagai langkah konkret mendorong pengusaha lokal naik kelas dan mengambil peran strategis di tingkat nasional.
“Sinergi usaha antaranggota JAPNAS harus terus diperkuat. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi, kita mampu menciptakan kekuatan ekonomi yang solid dan berdaya saing tinggi,” ujar Ketua Harian PP JAPNAS, Widiyanto Saputro, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan bahwa peningkatan kelas pengusaha tidak bisa dilepaskan dari penguatan sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, pengusaha Aceh harus mampu beradaptasi dan terhubung dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas agar bisa bersaing di level nasional.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pengusaha dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan rantai pasok (supply chain). JAPNAS dinilai memiliki peluang besar untuk terlibat dalam pembangunan supply chain untuk program Badan Gizi Nasional (BGN) serta penguatan koperasi desa Merah Putih.
Menurutnya, setiap anggota JAPNAS dapat mengambil peran sesuai sektor usaha masing-masing, mulai dari peternakan ayam petelur untuk suplai telur, hortikultura seperti selada, hingga budidaya perikanan seperti lele.
“Semua ini bisa diintegrasikan dalam satu rantai pasok yang kuat, sehingga mampu menjamin ketersediaan bahan baku, termasuk untuk mendukung operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PW JAPNAS Aceh, Hasbul Fayadi, menyoroti besarnya potensi Aceh yang dapat menjadi modal utama bagi pengusaha untuk berkembang dan naik kelas, terutama di sektor energi dan sumber daya alam.
“Aceh dianugerahi kekayaan sumber daya alam dan potensi energi yang besar. Ini harus kita maksimalkan melalui sinergi pengusaha dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menekankan posisi strategis Aceh secara geografis, khususnya Sabang yang berada di jalur perdagangan internasional menuju Asia Timur, sebagai peluang besar untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global.
Baca juga: Kiprah Ismail Rasyid di Panggung Penting Pengusaha Global
Di akhir kegiatan, Ketua Harian JAPNAS Aceh, Mahfudz Y Loethan, menegaskan bahwa upaya mendorong pengusaha naik kelas harus dibarengi dengan penguatan kolaborasi lintas daerah dan kemitraan strategis dengan pengusaha nasional.
Ia mengakui masih ada pelaku usaha lokal yang menghadapi keterbatasan, baik dari sisi permodalan maupun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, diperlukan dukungan bersama agar seluruh potensi usaha dapat berkembang optimal.
“Pengusaha Aceh tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan besar, terutama di sektor-sektor padat modal dan berbasis teknologi,” ungkapnya.
“Yang masih lemah dari sisi modal dan SDM harus kita backup bersama melalui kemitraan strategis dengan pengusaha nasional, agar seluruh potensi yang telah disiapkan benar-benar bisa berjalan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Aceh,” tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rakorwil-Japnas-di-Muraya-Hotel-Aceh-2026.jpg)