Rabu, 6 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09 Persen pada Triwulan I 2026 Ditopang Konstruksi dan Konsumsi Masyarakat

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 4,09 persen secara tahunan atau

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/HO/HUMAS BPS ACEH
PENYUMBANG PENGANGGURAN – Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menyebut lulusan perguruan tinggi menjadi kelompok yang menyumbang pengangguran terbanyak di Tanah Rencong, Kamis (5/2/2026).  

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 4,09 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut dihitung berdasarkan perubahan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK), baik dari sisi lapangan usaha maupun pengeluaran.

“Secara umum, ekonomi Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif,” kata Agus Andria dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, PDRB Aceh atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp66,39 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp39,95 triliun.

Baca juga: Konsep Kunci dalam Teori Kutub Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Meski tumbuh positif, angka tersebut sedikit melambat dibandingkan Triwulan I Tahun 2025 yang mencapai 4,59 persen. Sementara secara triwulanan atau quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Aceh mengalami kontraksi sebesar 0,61 persen dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025.

Menurut Agus, kontraksi secara q-to-q masih dipengaruhi oleh pola musiman. Namun secara tahunan, perekonomian Aceh tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Didorong Aktivitas Produksi dan Konstruksi
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Aceh didorong oleh meningkatnya aktivitas sejumlah lapangan usaha. Produksi daging ayam, sapi, dan kerbau meningkat guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, aktivitas sektor akomodasi juga kembali meningkat seiring pemulihan pascabencana banjir. Di sektor konstruksi, penjualan semen tercatat meningkat sekitar 30 persen. Peningkatan ini didorong oleh kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir, seperti pembangunan hunian sementara, hunian tetap, jalan, hingga jembatan.

“Daya beli masyarakat juga meningkat, yang didorong oleh bertambahnya jumlah ASN sebesar 11,32 persen, serta pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR),” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis juga mulai memberikan dampak terhadap perekonomian Aceh. Hingga Triwulan I 2026, tercatat lebih dari 650 SPPG aktif. Program ini mendorong peningkatan aktivitas pada sektor penyediaan makan minum, industri makanan, serta perdagangan.

Struktur dan Pertumbuhan Lapangan Usaha

Secara struktur ekonomi, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi dengan kontribusi 31,70 persen terhadap total PDRB Aceh.

Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 15,92 persen, administrasi pemerintahan sebesar 8,99 persen, konstruksi sebesar 8,72 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 6,53 persen.

Dari sisi pertumbuhan lapangan usaha, sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh paling tinggi sebesar 17,96 persen. Selanjutnya sektor konstruksi tumbuh 15,95 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,54 persen.

Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 9,05 persen, sementara sektor pengadaan air turun 1,97 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved