Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Jumlah Pengangguran di Aceh Bertambah 7.430 Orang

“Sebanyak 64,15 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan informal, sedangkan pekerja formal sebesar 35,85 persen.” AGUS ANDRIA

Tayang:
Editor: mufti
Istimewa
Ilustrasi Pengangguran 

Ringkasan Berita:
  • Gawat, Jumlah pengangguran di Aceh pada Februari 2026 mencapai 156.230 orang atau bertambah 7.430
  • Kepala BPS Aceh, Agus Andria mengatakan sebanyak 64,15 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan informal, sedangkan pekerja formal sebesar 35,85 persen
  • Jumlah pekerja formal turun dari 912 ribu orang pada Februari 2025 menjadi 846 ribu orang pada Februari 2026

“Sebanyak 64,15 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan informal, sedangkan pekerja formal sebesar 35,85 persen.” AGUS ANDRIA, Kepala BPS Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jumlah pengangguran di Aceh pada Februari 2026 mencapai 156.230 orang atau bertambah 7.430 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan, data tersebut diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). “Pada Februari 2026 terdapat 4,19 juta penduduk usia kerja di Aceh. Angka ini meningkat sebanyak 66.510 orang dibanding Februari tahun lalu,” katanya, Rabu (6/5/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,66 juta orang merupakan angkatan kerja, sedangkan 1,53 juta lainnya termasuk bukan angkatan kerja. BPS mencatat komposisi angkatan kerja pada Februari 2026 terdiri atas 2,5 juta orang bekerja dan 156.230 orang pengangguran.

“Dibandingkan Februari 2025, jumlah penduduk bekerja menurun sebanyak 55.340 orang, sementara jumlah pengangguran meningkat 7.430 orang,” ujarnya.

BPS juga mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh pada Februari 2026 sebesar 5,88 persen atau mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya. Menurut Agus, angka tersebut menunjukkan dari setiap 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar lima hingga enam orang penganggur.

Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 6,09 persen, lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 5,51 persen. Sementara jika dilihat berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di daerah perkotaan masih jauh lebih tinggi dibanding perdesaan.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Aceh pada Februari 2026 tercatat sebesar 63,44 persen atau menurun dibanding Februari 2025.

TPAK laki-laki mencapai 81,45 persen, sedangkan perempuan sebesar 45,50 persen. “TPAK laki-laki mengalami peningkatan, sementara TPAK perempuan mengalami penurunan,” katanya.

Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Aceh dengan kontribusi 41,39 persen. Kemudian diikuti sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,41 persen serta sektor pendidikan sebesar 6,97 persen.

Dari sisi status pekerjaan, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh, karyawan, atau pegawai yakni sebesar 31,44 persen. Sedangkan yang paling sedikit adalah pekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap sebesar 4,41 persen.

BPS juga mencatat mayoritas pekerja di Aceh masih berada pada sektor informal. “Sebanyak 64,15 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan informal, sedangkan pekerja formal sebesar 35,85 persen,” ujar Agus.

Jumlah pekerja formal turun dari 912 ribu orang pada Februari 2025 menjadi 846 ribu orang pada Februari 2026. Sementara pekerja informal juga menurun dari 1,644 juta orang menjadi 1,604 juta orang.

Dari sisi pendidikan, penduduk bekerja di Aceh masih didominasi lulusan SMA dengan persentase sebesar 36,70 persen. Sedangkan lulusan diploma I, II, dan III menjadi kelompok paling sedikit terserap di pasar kerja dengan persentase 4,02 persen.(iw)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved