Berita Banda Aceh
Kementerian Kelautan akan Keruk 13 Pelabuhan Dangkal di Aceh
Kami datang untuk menindaklanjuti permintaan gubernur Aceh terkait perbaikan sedimentasi muara sungai dan muara perikanan yang dangkal
Ringkasan Berita:
- KKP berencana memperbaiki sedimentasi kuala atau muara sungai dan muara perikanan yang dangkal di sejumlah kabupaten/kota di Aceh
- Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dirjen Penataan Ruang Laut KKP, Permana Yudiarso, saat bertemu Mualem di Meuligoe Gubernur Aceh
- Tim KKP akan berada di Aceh selama tiga hari untuk melakukan survei terhadap 13 pelabuhan perikanan yang direncanakan menjadi lokasi penanganan pendangkalan
SERAMBI.NEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana memperbaiki sedimentasi kuala atau muara sungai dan muara perikanan yang dangkal di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
Kepastian itu disampaikan Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dirjen Penataan Ruang Laut KKP, Permana Yudiarso, saat bertemu Mualem di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (5/5/2026).
Permana menjelaskan, kedatangan pihaknya merupakan respons atas surat yang sebelumnya dikirim Pemerintah Aceh kepada KKP terkait kondisi kuala yang mengalami pendangkalan dan berdampak pada aktivitas nelayan.
“Kami datang untuk menindaklanjuti permintaan gubernur Aceh terkait perbaikan sedimentasi muara sungai dan muara perikanan yang dangkal,” katanya. Ia menyebutkan, tim KKP akan berada di Aceh selama tiga hari untuk melakukan survei terhadap 13 pelabuhan perikanan yang direncanakan menjadi lokasi penanganan pendangkalan.
Ke-13 pelabuhan tersebut meliputi Lampulo (Banda Aceh), Idi (Aceh Timur), Lambada (Aceh Besar), Kuala Tari dan Kuala Peukan Baro (Pidie), Kuala Meurudu dan Kuala Panteraja (Pidie Jaya), Kuala Peudada (Bireuen), Kuala Pusong (Lhokseumawe), Kuala Krueng Mane (Aceh Utara), Kuala Anak Laut (Singkil), Kuala Ujung Baroh (Aceh Barat), serta Kuala Ujung Serangga (Aceh Barat Daya).
Sementara itu, menegaskan pentingnya penanganan muara secara menyeluruh, mengingat Aceh memiliki garis pantai luas dengan ketergantungan tinggi masyarakat pada sektor kelautan.
“Kita punya 50 lebih muara, Aceh ini dikelilingi laut. Penduduk sekitar 6 juta, dan 25 persen berprofesi di laut. Selama ini nelayan kesulitan melaut karena harus menunggu air pasang,” ujarnya.
Mualem juga menyoroti dampak pendangkalan muara terhadap risiko banjir berulang di kawasan permukiman. Selain itu, dalam kesemapatan tersebut Mualem meminta pemerintah pusat menangani persoalan abrasi yang terjadi di wilayah Aceh secara komprehensif. “Kami berharap penanganannya bisa dilakukan menyeluruh, termasuk masalah abrasi,” pungkas Mualem.(ra)
Pelabuhan yang Disurvei
- Lampulo (Banda Aceh)
- Idi (Aceh Timur)
- Lambada (Aceh Besar)
- Kuala Tari dan Kuala Peukan Baro (Pidie)
- Kuala Meurudu dan Kuala Panteraja (Pidie Jaya)
- Kuala Peudada (Bireuen)
- Kuala Pusong (Lhokseumawe)
- Kuala Krueng Mane (Aceh Utara)
- Kuala Anak Laut (Singkil)
- Kuala Ujung Baroh (Aceh Barat)
- Kuala Ujung Serangga (Aceh Barat Daya)
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Permana Yudiarso
Gubernur Aceh Muzakir Manaf
Gubernur Aceh Mualem
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jumlah Pengangguran di Aceh Bertambah 7.430 Orang |
|
|---|
| Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09 persen |
|
|---|
| BPSDM Aceh Canangkan Pembangunan Zona Integritas, Perkuat Komitmen Reformasi Birokrasi |
|
|---|
| Ajak Semua Pihak Hargai Kerja Keras Mualem Membangun Aceh, Kapolda: Ia Berupaya Keras Cari Bantuan |
|
|---|
| Mahasiswa Malaysia Belajar Tata Kelola Zakat di Baitul Mal Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PSDKP-Lampulo-amankan-2-kapal-ikan-di-Tapteng.jpg)