Berita Aceh Barat
Boat Nelayan Rusak Diduga Terjerat Tali Jangkar Kapal Batu Bara di Perairan Meulaboh
boat milik nelayan di perairan Meulaboh, Aceh Barat, dilaporkan mengalami kerusakan setelah diduga terjerat tali jangkar kapal batu bara
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Satu unit boat nelayan di perairan Meulaboh, Aceh Barat rusak parah diduga terjerat tali jangkar kapal batu bara saat hendak melaut dini hari.Insiden itu memicu adu mulut antara awak kapal dan nelayan, serta membuat korban kehilangan sumber penghasilan karena boat tak bisa lagi digunakan.Nelayan berharap ada penanda pada tali jangkar kapal dan bantuan penggantian boat agar bisa kembali melaut.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Satu unit boat milik nelayan di perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dilaporkan mengalami kerusakan setelah diduga terjerat tali jangkar kapal batu bara, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan boat nelayan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian mesin dan badan kapal, sehingga tidak dapat digunakan untuk melaut.
Boat itu akhirnya terpaksa ditarik kembali ke bibir pantai dalam kondisi darurat.
Panglima Laot Aceh Barat, Amiruddin, kepada Serambinews.com mengatakan, peristiwa itu sempat memicu adu mulut antara awak kapal batu bara dengan nelayan yang menjadi korban.
Baca juga: Anak 11 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan, Buruh Harian di Aceh Barat Diamankan Polisi
Menurutnya, saat kejadian korban berupaya menyelamatkan diri karena boat yang dikemudikannya terjebak tali jangkar kapal di tengah laut ketika hendak pergi melaut pada dini hari.
“Nelayan itu berusaha bertahan dengan memegang tali kapal karena boat sudah terjebak dan terombang-ambing.
Namun saat itu awak kapal disebut melarang korban bergantung di tali kapal tersebut,” ujar Amiruddin.
Baca juga: Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Siswa dan Guru Ulee Jalan Peusangan Selatan Naik Boat ke Sekolah
Ia menilai, tali jangkar kapal seharusnya diberi tanda atau penanda khusus agar mudah diketahui nelayan yang melintas di kawasan perairan tersebut.
Dengan begitu, para nelayan dapat menghindari area berbahaya dan mencegah terjadinya kecelakaan laut.
“Kami berharap ada tanda di tali jangkar kapal agar nelayan tahu ada bahaya di lokasi itu. Ini penting untuk keselamatan nelayan yang setiap hari mencari nafkah di laut,” katanya.
Akibat insiden itu, nelayan yang menjadi korban kini tidak dapat lagi melaut karena boat yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian keluarga mengalami kerusakan berat.
Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan, terlebih kebutuhan ekonomi meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Korban, Banta Ilyas (55), mengatakan musibah itu terjadi saat dirinya pergi melaut pada subuh hari. Boat miliknya tiba-tiba tersangkut tali kapal hingga mengalami kerusakan.
Baca juga: Tinggi Gelombang Capai 2 Meter di Selat Malaka, Bisa Berbahaya bagi Perahu Nelayan & Kapal Tongkang
“Saat boat terombang-ambing, saya sempat pegang tali kapal untuk menyelamatkan diri. Tapi awak kapal marah dan melarang saya memegang tali itu,” ujar Banta.
| Sudah Telan Rp300 M Lebih, Pemerintah Aceh Didesak Prioritaskan Penyelesaian RS Regional Meulaboh |
|
|---|
| Prof. Zulkarnain Beri Kuliah Umum di MES STAIN Meulaboh, Bahas Fiqih Siyasah Era Digital |
|
|---|
| Dekranasda Aceh Barat Dorong Pelajar Kenal dan Kembangkan Kerajinan Lokal |
|
|---|
| Lapas Meulaboh Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba dan Penipuan |
|
|---|
| Polres Aceh Barat Geledah DP3AKB Terkait Dugaan Korupsi Dana BOKB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Boat-Nelayan-Rusak-Diduga-Terjerat-Tali-Jangkar-Kapal-Batu-Bara-di-Perairan-Meulaboh.jpg)