Lhokseumawe
Pola Pembangunan Aceh Harus Kolaboratif, Akademisi Bukhari: Ulama Harus Dilibatkan Secara Strategis
Akademisi sekaligus Advokat dan Mediator PMN, Dr Bukhari MH CM, menilai pola pembangunan Aceh ke depan harus dibangun secara kolaboratif...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
“Ulama bukan penghambat pembangunan. Justru jika dilibatkan secara proporsional dan profesional, mereka dapat menjadi kekuatan moral untuk menjaga arah pembangunan Aceh agar tetap berkeadilan, religius, dan berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Aceh membutuhkan pola pembangunan kolaboratif, bukan sektoral. Pemerintah, akademisi, ulama, dan masyarakat harus duduk bersama membangun visi jangka panjang Aceh agar tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan spiritual.
“Jika umara dan ulama benar-benar bersatu dalam visi pembangunan, maka Aceh bukan hanya akan maju dari sisi infrastruktur, tetapi juga menjadi daerah yang kuat dalam pendidikan, ekonomi umat, etika sosial, dan ketahanan budaya,” pungkas Dr Bukhari.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bukhari-MH-CM-Lhoks.jpg)