“Saat ini SR sudah berjalan dengan rintisan 100 siswa, dan SR permanen sedang dibangun,” jelas HRB.
Sementara itu, SNT ditujukan bagi peserta didik dari desil 3 hingga 7, meskipun tidak menutup kemungkinan menerima siswa dari desil di bawahnya. Adapun Sekolah Unggul Garuda ditujukan bagi anak-anak berprestasi akademik maupun nonakademik (gifted and talented), yang juga telah diusulkan pembangunannya di Subulussalam.
HRB optimistis, apabila ketiga model sekolah tersebut terwujud seluruhnya, maka visi mewujudkan Kota Subulussalam yang Islami, maju, dan berkelanjutan dapat segera tercapai. (*)
Teks Foto:
Verifikasi Lokasi: Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin bersama Wakil Wali Kota Nasir Kombih, Kepala BPMP Aceh Syafran, serta tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat meninjau lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Selasa (12/5/2026).