Minggu, 17 Mei 2026

Berita Banda Aceh

132 Kopdes Siap Beroperasi di Aceh, Target Tahun Ini 1.352 Unit

Sebanyak 132 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Aceh telah selesai dibangun dan siap beroperasi.

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI AHAD 20260517 

Rekrut Manajer

Pemerintah juga tengah merekrut 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 manajer Koperasi Nelayan Merah Putih guna memastikan operasional koperasi berjalan optimal. 

“Untuk memastikan koperasi berjalan dengan baik, pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia. Saat ini sedang dilakukan rekrutmen 30.000 manajer KDMP. Sudah direkrut, sedang proses seleksi,” kata Zulkifli Hasan.

Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih dapat selesai dibangun dan beroperasi penuh sebelum 17 Agustus 2026.(hd/kompas.com)

Prabowo Sebut Rp 10,8 Miliar Berputar di Desa

PRESIDEN Prabowo Subianto saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Tingul, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), menyebutkan, program Koperasi Desa Merah Putih (KDM)) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memutar uang hingga Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa.

Menurut Prabowo, perputaran ekonomi desa akan meningkat karena program MBG menyerap produk masyarakat setempat, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga usaha kecil lainnya.

Ia mencontohkan, apabila dalam satu desa terdapat 3.000 penerima manfaat MBG dengan anggaran Rp 15 ribu per orang, maka perputaran uang setiap hari dapat mencapai Rp 45 juta. “3.000 kali Rp 15.000, berarti Rp 45 juta tiap hari,” kata Prabowo.

Jika program berjalan selama 20 hari dalam sebulan, maka perputaran uang di desa diperkirakan mencapai Rp 900 juta per bulan atau sekitar Rp 10,8 miliar dalam setahun. “Satu desa Rp 10,8 miliar beredar di situ,” ujarnya.

Prabowo meyakini kombinasi program Kopdes Merah Putih dan MBG akan menjadi penggerak ekonomi desa. “MBG ditambah Kopdes Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” sambung Presiden.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kondisi global yang dinilai penuh ketidakpastian. Namun, menurutnya, Indonesia relatif lebih siap menghadapi krisis karena ketahanan pangan nasional semakin kuat.

“Dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apa pun di luar negara kita, kita relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan,” ujarnya.

Prabowo menegaskan dirinya tidak sepakat dengan pandangan yang menyebut impor pangan lebih efisien dibanding produksi dalam negeri. Menurut dia, kemandirian pangan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan sebuah negara.

“Survival bangsa bukan sekadar lebih murah di mana lebih murah, tapi ada atau tidak,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran karena berhasil mempercepat target swasembada pangan nasional. Prabowo mengaku sebelumnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam empat tahun. Namun, target tersebut disebut berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun.

“Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” ujarnya. Menurut Prabowo, Indonesia kini telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, dan ayam.(kompas.com)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved