Senin, 18 Mei 2026

Berita Bireuen

Emak-emak di Bireuen Rela Antri 1 Jam Lebih Demi Dapat Beli Sembako Murah

Pasar murah yang digelar Pemkab Bireuen bersama Bulog Lhokseumawe dipadati warga sejak pagi, mayoritas kaum ibu rela mengantri lebih dari 1 jam.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
ANTREAN PASAR MURAH - Ratusan kaum ibu dan bapak warga Jangka, Bireuen, Senin (18/5/2026), antre lebih 1 jam di halaman kantor camat setempat untuk berbelanja di pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Bireuen bersama Bulog Lhokseumawe. 

Ringkasan Berita:
  • Pasar murah di Bireuen yang digelar Pemkab bersama Bulog Lhokseumawe dipadati warga sejak pagi, mayoritas kaum ibu rela mengantri lebih dari satu jam demi sembako murah.
  • Meski cuaca panas, mereka tetap sabar menunggu dengan membawa anak, payung, atau fotokopi KK sebagai pelindung, lalu membeli paket beras, gula, minyak goreng, dan telur.
  • Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah, membantu masyarakat kurang mampu menjelang Idul Adha serta menjaga daya beli warga.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Bulog Lhokseumawe selalu menjadi magnet bagi masyarakat, khususnya kaum ibu atau emak-emak.

Hal ini seperti tampak pada Senin (18/5/2026), di mana halaman Kantor Camat Jangka dipadati warga sejak pagi.

Mereka rela mengantri lebih dari satu jam demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pemandangan penuh kesabaran terlihat jelas, seorang ibu dengan anak dalam gendongan tetap berdiri di barisan depan agar tidak kehilangan kesempatan membeli paket sembako murah.

Meski cuaca panas menyengat, banyak yang bertahan dengan duduk di pinggir pagar atau menggunakan payung dan lembaran fotokopi Kartu Keluarga (KK) sebagai pelindung dari terik matahari.

Begitu pasar dibuka, kaum ibu langsung menyerbu paket sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, hingga telur. 

Baca juga: Meski Terik Matahari, Warga Jangka Bireuen Antre di Pasar Murah, Ini Jadwal Besok Hingga Senin Depan

Sesekali mereka menyeka keringat dan memberi minum anak-anak yang ikut menunggu. Sekitar pukul 10.30 WIB, Marni, seorang warga Desa Geundot, terlihat lega setelah berhasil membeli kebutuhan pokok.

Ia datang bersama anaknya, Maika, sejak pukul 7 pagi dengan sepeda motor.

Marni mengaku sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan mencari lidi untuk dijual.

Sehingga keberadaan pasar murah sangat membantu, apalagi menjelang Idul Adha.

Dengan wajah ceria, ia membawa pulang belanjaannya sambil tetap menggendong anaknya.

Kegiatan pasar murah ini bukan hanya sekadar transaksi jual beli, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu. 

Baca juga: Pemkab Aceh Jaya Gelar Pasar Murah Jelang Iduladha 1447 H, Harga Sembako Disubsidi

Antusiasme warga terlihat luar biasa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved