Breaking News
Senin, 25 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Nagan Bersiap Terima Investasi Rp 200 T

Nagan Raya saat ini bersiap menyambut investasi jumbo senilai Rp 200 triliun yang diklaim akan menjadi salah satu proyek terbesar di Aceh

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADILNE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI SENIN 20260525 

Mereka ini meminta atau bermohon kepada kita agar potensi tembaga di Beutong Ateuh Banggalang ini diberikan namanya IUP ke mereka, izin ke mereka. Dan ini Pak Gubernur sudah memberikan izin eksplorasi. Karena izin di bawah 5.000 kalau di Aceh ini kewenangan Gubernur. Kita di daerah kabupaten ini rekomendasi, mulai dari rekomendasi Keuchik, Camat, dan rekomendasi Bupati. Dan ini proses IUP sudah ada dua perusahaan ini. 

Jadi mereka sebenarnya segera akan melakukan kegiatan eksplorasi, tapi ada sedikit riak-riak kecil di Beutong Ateuh sehingga ini ya kita apa namanya, kita selesaikan.

Apa imbauan dan harapan Bapak ke masyarakat terkait wacana investasi ini?

Kita berharap masyarakat Nagan Raya ini supaya memberikan dukungan kepada investasi yang akan masuk ke Nagan. Karena sebagaimana saya sampaikan tadi bahwa pembangunan ini hanya dapat kita lakukan apabila ada anggaran yang cukup. Sementara anggaran pemerintah dengan efisiensi ini sangat sedikit.

Jadi dengan masuknya investasi tentu mereka akan ikut membangun daerah. Kemudian juga kita di Aceh ini secara umum kan sektor riilnya kurang berjalan, industri enggak ada. Sehingga anak-anak kita yang kuliah di S1 dan setelah selesai kuliah ini enggak tahu mau kerja di mana, karena lapangan kerja enggak ada, enggak ada industri. Akhirnya berharap mungkin jadi pegawai negeri ya. 

Kalau investasi 200 triliun ini berjalan di Nagan Raya—dan insyaallah berjalan—ini akan menyerap tidak kurang dari 80.000 tenaga kerja. Bukan cuma dari Nagan Raya saja. Jadi kabupaten tetangga, bahkan seluruh Aceh yang memenuhi syarat bisa bekerja di Nagan Raya.

Seperti apa pemerintah meyakinkan masyarakat terhadap investasi ini. Karena sejauh ini sudah ada gelombang penolakan dari masyarakat?

Sebenarnya secara spesifik, khusus Beutong Ateuh. Saya melihat Nagan ini, kalau cerita  rusak hutan, rusak lingkungan, ini Beutong Ateuh akibat banjir besar kemarin sudah hancur. Empat desa itu, dua desa infrastrukturnya hancur total. Irigasi hancur, rumah-rumah masyarakat hancur. Sekarang lagi kita akan membangun 647 rumah di Beutong Ateuh.

Kemudian juga ada kegiatan-kegiatan tambang emas secara ilegal. Jadi saya berharap dengan jalannya investasi ini, secara legal ini, investor yang resmi ini, nanti setelah dia melakukan eksploitasi pengambilan sumber daya alam yang diperlukan seperti tembaga tadi, dia juga kita bisa perintahkan barangkali untuk memperbaiki yang rusak-rusak yang sekarang diambil dengan ekskavator itu.

Karena produksi tembaga ini itu dilakukan secara underground, secara di bawah tanah. Jadi enggak mengganggu bagian atas.

Jadi, intinya saya pikir yang penting niat kita membangun daerah, pemerintah harus siaplah. Pemerintah juga sudah membentuk tim. Semua akan kita hadapi. Nagan ini tidak boleh tertinggal, kita harus bangkit untuk membangun. Dan itu (penolakan) biasa, di mana-mana sekarang, karena ini negara demokrasi, orang bisa saja berbeda pendapat. Tapi yang penting sesuatu yang telah kita tetapkan menjadi kebijakan daerah, saya pikir kita jalankan saja.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved