Berita Lhokseumawe
Korban Kebakaran Rumah Kampung Jawa Lama Menanti Kepastian Hunian
Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan darurat warga terdampak yang kini kehilangan tempat tinggal.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan masa panik untuk korban kebakaran hebat di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin (25/5/2026).
Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan darurat warga terdampak yang kini kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa pilu yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) lalu sekira pukul 12.30 WIB tersebut menghanguskan sedikitnya 77 unit rumah warga. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Api dengan sangat cepat menjalar akibat padatnya kawasan permukiman dan mayoritas bangunan yang masih bermaterial kayu.
Proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, armada pemadam kebakaran, serta relawan yang berjibaku selama berjam-jam di lapangan.
Namun, petugas di lapangan menghadapi kendala besar. Akses jalan yang sempit membuat armada pemadam kesulitan menjangkau titik api secara cepat.
Akibat musibah ini, tercatat sedikitnya 81 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 251 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Hingga beberapa hari pasca-kejadian, ratusan warga masih harus bertahan di posko pengungsian darurat dan sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat.
Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe menyatakan bahwa bantuan masa panik yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok mendesak berupa bahan makanan pokok, pakaian layak pakai, selimut dan perlengkapan tidur sebagai kebutuhan sanitasi darurat.
“Di tengah kedaruratan ini, aksi solidaritas masyarakat setempat juga sangat tinggi. Komunitas lokal, organisasi kemanusiaan, dan relawan bahu-membahu mendirikan dapur umum serta membantu distribusi logistik di lapangan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata,” ujarnya.
Meski bantuan darurat telah tiba, sejumlah korban mengaku masih khawatir akan kelangsungan hidup mereka. Sebagian warga mengeluhkan ketidakpastian terkait penyediaan tempat tinggal sementara serta kejelasan proses rekonstruksi rumah mereka yang telah rata dengan tanah.
Bencana ini memicu kritik dari pengamat tata kelola pemerintahan. Penanganan pascapandemi dinilai tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan logistik jangka pendek saja.
Pemerintah Kota Lhokseumawe didesak untuk hadir memberikan perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat kecil yang kehilangan mata pencaharian.
Peristiwa di Gampong Jawa Lama ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk.
Langkah konkret yang mendesak dilakukan ke depan meliputi pembenahan total instalasi listrik, penataan tata ruang permukiman yang lebih aman, serta penyediaan akses jalur darurat yang memadai guna meminimalisir risiko serupa di masa depan.(*)
Baca juga: LDK Al-Kautsar dan Yakesma Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kampung Jawa Lama
| Listrik Padam, Mahasiswa PJJ Unimal di Sumatera Kesulitan Belajar dari Rumah |
|
|---|
| Haji Uma Evaluasi KEK Arun, Pantau Langsung Kondisi Kawasan Industri dan PAG |
|
|---|
| SMPN 1 Lhokseumawe Sabet Empat Kategori Juara FLS3N |
|
|---|
| Cuaca di Lhokseumawe Terik, Ini Prediksi Cuaca Sebagian Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan |
|
|---|
| Anna Miswar Kembali Nahkodai Pergunu Kota Lhokseumawe Periode 2026-2031 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-250526-a.jpg)