Sabtu, 30 Mei 2026

Khutbah Jumat

Memaknai Pengorbanan dalam Ibadah Qurban

Persoalannya bukan apakah manusia berkorban atau tidak. Persoalannya adalah: untuk siapa dan untuk apa pengorbanan itu dilakukan?

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Mustafa Husen Woyla, khatib jumat di Mesjid Agung Baitul Makmur - Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (29/5/2026) 

Namun setiap orang mampu mengambil posisi di pihak yang benar.

Baca juga: Menyembelih "Sifat Dan Perilaku kebinatangan" di Hari Raya Kurban

Mendukung pendidikan. Membantu fakir miskin. Menolak korupsi. Menguatkan persatuan umat. Menegakkan keadilan. Semua itu adalah bentuk keberpihakan kepada kebenaran.

Jangan menjadi penghalang kebaikan. Jika tidak mampu menjadi api yang menerangi, jadilah setidaknya setetes air yang membantu memadamkan kemungkaran.

Hakikat Qurban: Menyembelih yang Ada Dalam Diri

Allah berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

"Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian." (QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini mengingatkan bahwa hakikat qurban bukanlah darah yang mengalir, melainkan ketakwaan yang tumbuh.

Hewan qurban hanya disembelih sekali dalam setahun. Namun kesombongan harus disembelih setiap hari.

Keserakahan harus disembelih setiap hari.

Egoisme harus disembelih setiap hari.

Kemalasan dalam beribadah harus disembelih setiap hari.

Pisau qurban bekerja beberapa menit pada hewan sembelihan, tetapi pisau takwa harus bekerja sepanjang hidup untuk menyembelih hawa nafsu.

Dua Jalan Pengorbanan

Sejarah manusia memperlihatkan dua jenis pengorbanan.

Ada pengorbanan yang melahirkan kemuliaan.

Ayah yang melaut demi keluarga.

Ibu yang mendidik anak-anaknya dengan kasih sayang.

Petani yang bekerja di sawah.

Pedagang yang mencari nafkah halal.

Pekerja tambang yang mempertaruhkan keselamatan demi keluarganya.

Ulama yang membimbing umat.

Guru dan dosen yang mencerdaskan generasi.

ASN yang melayani masyarakat.

TNI dan Polri yang menjaga keamanan.

Tenaga kesehatan yang merawat pasien.

Santri dan mahasiswa yang merantau demi ilmu.

Mereka semua sedang berkorban, dan pengorbanan itu bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah.

Namun ada pula pengorbanan yang menghancurkan.

Judi online mengorbankan harta dan masa depan.

Narkoba mengorbankan kesehatan dan akal.

Korupsi mengorbankan amanah.

Gaya hidup pamer mengorbankan ketenangan jiwa.

Utang demi gengsi mengorbankan kehormatan diri.

Allah berfirman:

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ

"Sesungguhnya khamar dan perjudian adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan." (QS. Al-Ma'idah: 90)

Nabi Ibrahim berkorban demi Allah sehingga melahirkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang berkorban demi hawa nafsu sering kali berakhir dalam penyesalan.

Renungan Idul Adha

Di hari raya ini, pertanyaan yang paling penting bukanlah berapa ekor hewan yang kita sembelih.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apa yang sedang saya korbankan hari ini?

Untuk siapa saya bekerja?

Untuk apa harta saya habiskan?

Apakah seluruh pengorbanan saya mendekatkan diri kepada Allah atau justru menjauhkan diri dari-Nya?

Karena sesungguhnya setiap manusia sedang berkorban untuk sesuatu.

Menjadi Pewaris Spirit Ibrahim

Idul Adha mengajarkan empat warisan besar dari Nabi Ibrahim:

Pertama, berani melawan kemusyrikan dan penyimpangan.

Kedua, sabar menghadapi api ujian kehidupan.

Ketiga, ikhlas melepaskan apa yang dicintai ketika Allah memerintahkannya.

Keempat, taat kepada Allah di atas segala-galanya.

Kemuliaan seseorang tidak terletak pada banyaknya harta yang ia miliki, melainkan pada apa yang rela ia korbankan demi Allah.

Pada akhirnya, setiap manusia sedang berkorban untuk sesuatu. Beruntunglah mereka yang pengorbanannya mengantarkan kepada ridha Allah, sebagaimana pengorbanan Ibrahim, Hajar, dan Ismail yang terus dikenang hingga akhir zaman. 

Fal-'ilmu ‘indallāh, wa huwal-muwaffiqu likulli khairin.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved