Banjir Landa Aceh
Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi
“Kita berharap irigasi Pante Lhong dapat segera diselesaikan, masyarakat dapat mengolah tanah. Kemudian, irigasi lainnya di Bireuen juga butuh...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Sejumlah saluran irigasi di Bireuen mengalami kerusakan dan pendangkalan pasca banjir, sehingga air belum bisa dialirkan ke sawah.
- Dampak: Petani belum dapat menggarap sawah karena ketiadaan pasokan air.
- Pernyataan Resmi: Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi SE MM, menyebut irigasi Pante Lhong sedang diperbaiki dan diharapkan segera selesai agar sawah di kawasan Peusangan Raya, Jangka, Kutablang, Juli, hingga Kuala bisa digarap.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Menggerakkan kembali sektor pertanian khususnya padi, sejumlah irigasi di Bireuen perlu perbaikan dan normalisasi karena sebagian sudah dangkal, banyak saluran utama rusak.
Air irigasi belum bisa dialiri ke sawah, sehingga petani belum dapat menggarap sawahnya.
Hal tersebutdisampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi SE
MM menjawab Serambinews.com, Senin (1/6/2026) kondisi bendungan irigasi di Bireuen pasca banjir.
Dijelaskan, sejak beberapa waktu lalu irigasi Pante Lhong dengan bendungan di Juli Bireuen dapat proses perbaikan dan diharapkan segera selesai sehingga air segera dapat dialiri ke sawah-sawah.
Kemudian, kondisi irigasi Nalan di Pandrah, Batee Iliek, Peudada juga perlu perbaikan segera, kondisinya dangkal dan perlu normalisasi.
“Kita berharap irigasi Pante Lhong dapat segera diselesaikan, masyarakat dapat mengolah tanah. Kemudian, irigasi lainnya di Bireuen juga butuh perbaikan segera termasuk saluran utama maupun saluran lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Normalisasi Irigasi Gunung Pudung di Kluet Utara Rampung , 1.700 Ha Sawah Terselamatkan
Irigasi Pante Lhong diharapkan cepat selesai, sehingga kawasan Peusangan Raya termasuk Jangka dan sebagian Kutablang dan Juli, termasuk kuala dapat menggarap sawah.
Apabila irigasi belum selesai dan air belum mengalir ke sawah mereka dipastikan petani tidak bisa tanam.
“Kita berharap perbaikan irigasi bukan saja Pante Lhong, irigasi Pandrah, Nalan Batee Iliek, Peudada untuk dapat diperbaiki, karena petani butuh air utamanya mengelola tanah,” ujarnya.
Hasil kunjungan lapangan katanya, semangat petani untuk menggarap sawah meningkat, harga gabah juga naik.
Namun, kendalanya banyak salah satunya tidak adanya air. (*)
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Areal-persawahan-di-Gandapura-Bireuen-yang-tertimbun-lumpur-dampak-banjir.jpg)