Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Beungoh

Seni Memimpin Daerah

Di layar lebar, seorang pemimpin cukup menatap jendela besar, menyeruput kopi, menunjuk peta, lalu berkata, “Selesaikan masalah ini!” dan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
Safwandi, S.Sos., M.AP, adalah Bupati Aceh Jaya. 

Ketika masyarakat memahami alasan di balik sebuah kebijakan, termasuk keterbatasan yang dihadapi, setidaknya mereka tahu bahwa keputusan tidak diambil di ruang gelap atau demi kepentingan sempit.

Menghadapi tuntutan yang saling berbenturan juga menuntut ketegasan agar arah pembangunan tidak plinplan.

Penempatan aparatur sipil negara dan teknokrat di jabatan strategis harus berbasis kompetensi, rekam jejak kinerja, dan data, bukan semata kedekatan personal.

Pihak yang kepentingannya ditunda tentu akan kecewa, dan itu sangat manusiawi. Di sinilah punyeung (telinga) seorang pemimpin harus cukup tebal untuk menerima kritik.

Namun, komunikasi dan silaturahmi harus tetap dijaga secara sehat dan bermartabat. Jika aspirasi belum terakomodasi, pintu dialog harus diketuk dengan bahasa yang santun, konstruktif, dan menawarkan solusi.

Pemimpin tidak boleh anti-kritik, tetapi diskusi yang dingin, rasional, dan berbasis musyawarah adalah kunci.

Mengorbankan satu kepentingan kelompok demi kepentingan bersama yang lebih besar adalah kompromi yang tak terhindarkan dalam politik anggaran.

Namun, ada satu garis merah yang tidak boleh dilanggar demi memuaskan siapa pun: kepatuhan pada hukum dan rasa keadilan publik.

Jabatan kepala daerah adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

Menjadi pemimpin yang ideal, jika ukurannya adalah membuat semua orang tersenyum bersamaan adalah hal yang mustahil.

Tugas utama pemimpin adalah mengambil keputusan terbaik yang membawa manfaat jangka panjang paling besar dengan risiko seminimal mungkin bagi kemajuan daerah.

Tetap kritis, mengawal jalannya pemerintahan, dan terus mengingatkan pemimpin adalah hak seluruh masyarakat.

Mari kita lalui lika-liku pembangunan dengan kepala dingin dan semangat bahu-membahu demi kemaslahatan bersama. Insyaallah.

*) PENULIS adalah Bupati Aceh Jaya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved