Berita Banda Aceh
Panggung Seniman Aceh Dinilai Kian Menyempit, Budayawan Minta Kebudayaan Jadi Prioritas Pembangunan
Ruang ekspresi bagi seniman Aceh dinilai semakin menyempit di tengah derasnya pembangunan fisik dan arus modernisasi.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Namun kekayaan tersebut berisiko tergerus apabila para pelaku budaya tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang.
Baca juga: Majelis Seniman Aceh Dorong Dialog Bahas Masa Depan Budaya Aceh
“Seniman bukan sekadar penghibur. Mereka adalah penjaga memori kolektif masyarakat. Mereka merekam sejarah, mengabadikan nilai-nilai, mengkritik ketidakadilan, serta membangun identitas budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa hilangnya ruang bagi seniman tidak hanya berdampak pada berkurangnya pertunjukan seni, tetapi juga dapat mengikis identitas dan memori kolektif masyarakat.
“Ketika panggung seniman menghilang, sesungguhnya yang sedang hilang bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebagian dari ingatan dan jiwa sebuah bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Asrizal Optimis Lamine Yamal dkk Bawa Spanyol Juara Piala Dunia, Harap Maroko dan Iran Juga Bersinar
Identitas bangsa
Karena itu, Reza mendorong pemerintah daerah menempatkan kebudayaan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan manusia di Aceh.
Ia menilai, seniman perlu dipandang sebagai mitra strategis dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkenalkan Aceh ke tingkat nasional maupun internasional.
“Sebab sejarah telah membuktikan, banyak negara dikenang dunia bukan karena para politikus, melainkan karena para seniman yang berhasil mengabadikan jiwa bangsanya melalui karya,” tegasnya.
“Sudah saatnya Aceh kembali memberi ruang yang layak bagi para senimannya. Karena ketika seni hidup, budaya bertahan. Ketika budaya bertahan, identitas bangsa akan tetap terjaga,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Naik Lagi, Sudah 4 Hari Melonjak Terus, 5 Juni 2026 Dijual Segini
| Polresta Banda Aceh Sita Hampir 4 Kg Sabu, Tersangka Diupah Rp 60-85 Juta, Segini Ancaman Hukumannya |
|
|---|
| Dirut PT PEMA: Ekspor Gas dan Kopi Jadi Langkah Awal Perkuat Ekonomi Aceh |
|
|---|
| Wagub Aceh dan MPU Bahas Keseragaman Penerapan Hukum Mawaris |
|
|---|
| Muhammad Ridho Siswa SMAN Mosa, Sukses Emban Tugas Nasional, Komandan Paskibraka Hari Pancasila |
|
|---|
| PoD Mubadala Masih Tertahan, Terkait Sengkarut Gas Blok Andaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pakar-Analisis-Budaya-dan-Geopolitik-Timur-Tengah_Reza-Maulana.jpg)